TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan secara resmi menyambut kedatangan 22 orang dokter internsip yang akan segera menjalani masa penugasan di wilayah Kota Tarakan. Kehadiran para dokter muda ini diharapkan mampu memberikan angin segar serta meningkatkan kualitas layanan medis bagi masyarakat setempat.
Program internsip dokter ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memantapkan kompetensi para dokter lulusan baru. Sebelum terjun dan berpraktik secara mandiri, para tenaga medis ini diwajibkan untuk mengasah keterampilan klinis dan kemandirian dalam memberikan pelayanan medis di lapangan.
Selama masa penugasan, sebanyak 22 dokter internsip tersebut akan didistribusikan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Tarakan. Penempatan mencakup rumah sakit daerah hingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di beberapa titik wilayah.
Melalui penempatan di fasyankes ini, para dokter tidak hanya memberikan pelayanan medis dasar secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga berkesempatan untuk mengaplikasikan ilmu kedokteran yang telah dipelajari. Seluruh proses praktik klinis ini dijalankan sesuai dengan standar ketat yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes., menyampaikan rasa optimis dan harapannya atas kedatangan para peserta program internsip ini. Menurutnya, kehadiran tenaga medis baru ini menjadi amunisi penting bagi dunia kesehatan lokal.
“Kami sangat menyambut baik kedatangan para dokter internsip ini. Kami berharap kehadiran mereka dapat memperkuat pelayanan kesehatan di tengah masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan mutu dan responsivitas layanan di setiap fasilitas kesehatan tempat mereka bertugas,” ujar dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes.
Selain memperkuat layanan kesehatan primer dan rujukan, keberadaan dokter internsip ini juga diharapkan mampu membantu menanggulangi berbagai tantangan kesehatan masyarakat di Tarakan, mulai dari penanganan penyakit menular, pencegahan stunting, hingga program edukasi hidup sehat.
Selama menjalankan tugas, para dokter muda ini akan mendampingi dokter senior dan dokter spesialis yang bertindak sebagai wahana dan pendamping. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa kualitas penanganan pasien tetap terjaga sesuai dengan etika dan standar profesi kedokteran.
Dengan bergabungnya 22 dokter internsip ini, Pemkot Tarakan berharap sinergi yang kuat dapat terus terjalin antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal, merata, dan berkualitas di Kota Tarakan. (ADV)
















Discussion about this post