Wujud Komitmen Pendidikan Unggulan, Pemkot Tarakan Siapkan Sekolah Transisi dan Hibah Lahan 20 Hektare untuk SNT
TARAKAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan dan operasionalisasi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di wilayah Kota Tarakan.
Bentuk dukungan konkret tersebut diwujudkan mulai dari penyediaan gedung sekolah transisi, penyiapan lahan hibah seluas 20 hektare, hingga kolaborasi pemenuhan tenaga pendidik berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan bahwa untuk menjamin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) angkatan pertama dapat berjalan tepat waktu, Pemkot Tarakan telah mengalokasikan fasilitas gedung transisi di kawasan Pasir Putih.
“Untuk fase transisi awal, Pemerintah Kota Tarakan telah menyiapkan ruang kelas di SMP Negeri 14 Pasir Putih yang siap dimanfaatkan. Langkah ini diambil agar proses pembelajaran murid SNT dapat segera berjalan, sembari menunggu rampungnya pembangunan gedung permanen SNT,” ungkap Tamrin Toha, Kamis (23/7/2026).
Mengenai pembangunan gedung permanen, Pemkot Tarakan tengah mempercepat proses administrasi pertanahan untuk lokasi kampus utama SNT yang berlokasi di Kelurahan Mamburungan.
Lahan strategis seluas 20 hektare tersebut disiapkan untuk dihibahkan secara resmi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Proses pembangunan gedung fisik direncanakan mulai berjalan pada tahun anggaran ini hingga tahun depan.
Selain kesiapan infrastruktur fisik, Pemkot Tarakan juga memberikan perhatian serius terhadap ketersediaan tenaga pendidik (guru) berstandar tinggi. Untuk jenjang SMP, dibutuhkan sekitar 36 guru mata pelajaran unggulan, yang juga diikuti dengan pemenuhan kebutuhan guru pada jenjang SMA.
Dalam tahap transisi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Kalimantan Utara, termasuk Universitas Borneo Tarakan (UBT), untuk mendayagunakan para lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Tenaga pengajar sementara akan didukung melalui kerja sama dengan LPTK di Kaltara dengan memberdayakan alumni PPG. Ke depan, secara bertahap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan melakukan rekrutmen resmi pegawai guru khusus untuk SNT,” tutup Tamrin Toha.
Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Tarakan, LPTK lokal, dan Kementerian Pusat, kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu mencetak generasi muda Tarakan yang unggul, berdaya saing global, serta berkarakter kuat. (jkr)
















Discussion about this post