TANJUNG SELOR – Ancaman kabut asap dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengkhawatirkan di wilayah Kabupaten Bulungan seiring terdeteksinya puluhan sebaran titik panas (hotspot).
Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md., bersama jajaran Pemkab Bulungan, perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU), pemegang perizinan pemanfaatan hutan, serta unsur penegak hukum mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual di Ruang Rapat BKAD pada Senin (7/9/2026).
Rakor nasional yang dipimpin langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan tersebut membahas langkah-langkah penanggulangan puncak musim kemarau dan ancaman maraknya karhutla.
Berdasarkan laporan pemantauan terbaru terkait kondisi karhutla di Kabupaten Bulungan, saat ini terdapat 49 titik api yang terpantau melalui pemantauan titik panas (hotspot).
Konsentrasi titik api terbesar berada di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur sebanyak 46 titik, sementara 3 titik api lainnya berada di wilayah Kecamatan Tanjung Selor.
Menanggapi lonjakan titik panas tersebut, Wabup Kilat menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama solid dan sistem keroyokan antara pemerintah, perusahaan swasta, serta seluruh pihak terkait.
Menurut Kilat, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bulungan memiliki peran sangat penting untuk membantu pemerintah dalam melakukan pemadaman, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan titik api.
“Kita jangan hanya mengandalkan satu atau dua pihak. Kita harus berusaha bersama-sama. Apa yang menjadi kemampuan kita, mari kita lakukan secara maksimal. Saya minta perusahaan di Bulungan bergandengan tangan membantu pemerintah,” tegas Wabup Kilat.
Secara khusus, Wabup meminta dukungan intensif dari perusahaan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kecamatan Tanjung Palas Timur melalui pengerahan armada pemadam, kendaraan pengangkut air, personel lapangan, bahan bakar, serta peralatan pendukung lainnya.
“Kalau kita bersama-sama, saya yakin dalam waktu satu minggu titik-titik api yang ada bisa diselesaikan. Jangan bekerja sendiri-sendiri, perusahaan membantu alat dan armada, pemerintah mengkoordinasikan agar pemadaman maksimal,” tambahnya.
Dalam rakor tersebut diungkapkan pula bahwa personel dan sarana pemadam yang dimiliki pemerintah daerah saat ini masih sangat terbatas, sementara dalam satu hari petugas dapat menerima laporan kebakaran di beberapa titik sekaligus.
Pemerintah daerah selama ini telah berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, termasuk BPBD, instansi kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Pemprov Kaltara, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk membantu penanganan di lapangan.
Kondisi kebakaran juga dilaporkan mulai terpantau di sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak menjadi konsentrasi utama, seperti di sekitar Tanjung Selor dan sekitarnya, sehingga membutuhkan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas.
Wabup turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada perusahaan yang selama ini telah membantu pemerintah dan berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat ketika terjadi peningkatan jumlah titik api.
“Kita cari solusi bersama. Kalau kendala air tidak tersedia di lokasi, kita kerahkan kendaraan dari perusahaan maupun OPD yang memiliki armada agar suplai air tidak terputus,” katanya.
Selain mengintensifkan upaya pemadaman langsung di lapangan, pemerintah daerah juga terus memantau pergerakan kualitas udara dan kondisi cuaca guna mengambil langkah antisipasi serta melindungi masyarakat dari dampak bahaya asap.
“Di mana ada titik api, kita selesaikan bersama-sama. Yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin, karena kewajiban kita adalah terus berusaha dan bekerja bersama demi keselamatan daerah,” pesan Wabup menutup pengarahannya. (ADV)
















Discussion about this post