TARAKAN – Dalam rangka memperkuat aspek keamanan dan kelancaran arus komoditas pangan, Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Utara turut serta hadir dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan yang digelar pada Senin (9/2/2026).
Pertemuan strategis yang dihadiri oleh Wali Kota Tarakan, Khairul, dan instansi terkait lainnya ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah lintas instansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peran Karantina sangat strategis karena berada di pintu masuk dan keluar lalu lintas komoditas.
“Karantina memiliki peran penting di pintu masuk dan keluarnya barang, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Kami memastikan setiap komoditas yang masuk maupun keluar telah memenuhi persyaratan karantina, bebas dari hama dan penyakit, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ichi.
Ia menambahkan bahwa percepatan layanan sertifikasi dan pemeriksaan menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung kelancaran distribusi dan mencegah hambatan (bottleneck) yang dapat memicu kelangkaan pasokan maupun kenaikan harga di pasar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tarakan, Khairul, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak mengingat peran strategis Tarakan sebagai motor ekonomi daerah.
“Tarakan berkontribusi sebesar 40 persen terhadap PDRB Kalimantan Utara. Menghadapi potensi lonjakan harga jelang hari besar keagamaan, kita perlu sinergi yang kuat. Saya instruksikan agar program cetak sawah segera dilakukan, dan untuk komoditas seperti kangkung, kita maksimalkan suplai dari petani lokal,” ujar Khairul.
Melalui keikutsertaan dalam HLM TPID ini, Karantina Kalimantan Utara menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam pengawasan lalu lintas komoditas, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang HBKN. (*)












Discussion about this post