TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan kemandirian pangan, khususnya di sektor peternakan. Langkah nyata tersebut ditegaskan melalui pembukaan kegiatan Pasar Murah sekaligus Peringatan Bulan Bakti Peternakan yang dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kawasan Sabanar Lama, Tanjung Selor, pada Selasa (15/9/2026).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si. Dalam arahannya, Bupati menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas produksi lokal agar daerah tidak terus-menerus bergantung pada pasokan bahan pangan pokok dari luar wilayah.
Salah satu perhatian utama Pemkab Bulungan saat ini adalah pemenuhan kebutuhan unggas. Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan harian ayam potong di Kabupaten Bulungan mencapai angka 8.000 ekor atau setara dengan 6 ton daging per hari. Namun, peternak lokal saat ini baru mampu menyuplai sekitar 1.500 ekor per hari.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya defisit hingga 6.500 ekor per hari. Untuk menutupi kekurangan pasokan daging ayam potong harian masyarakat Bulungan, daerah masih harus mendatangkan pasokan dari kabupaten/kota tetangga, seperti Kabupaten Berau dan Kota Tarakan.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Bulungan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui pembangunan Sentra Peternakan Desa. Desa Apung telah dikomitmenkan untuk dikembangkan sebagai sentra komoditas unggas, sementara Desa Gunung Putih diarahkan menjadi kawasan lumbung daging sapi daerah.

Selain pembangunan kawasan sentra, Pemkab Bulungan juga menyiapkan regulasi pendukung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). DPMD ditugaskan menyusun skema alokasi Dana Desa untuk memberikan dukungan permodalan serta sarana bagi kelompok usaha peternakan produktif di tingkat desa.
Tak kalah penting, efisiensi biaya produksi peternak unggas turut menjadi fokus perhatian utama. Mengingat biaya pakan mencapai sekitar 40 persen dari total biaya produksi, Pemkab Bulungan menjalin kerja sama dengan akademisi, termasuk Universitas Padjadjaran (Unpad), serta para pelaku usaha untuk memproduksi pakan lokal secara mandiri dan terjangkau.
Di sektor peternakan sapi, pemerintah daerah mengoptimalkan program Inseminasi Buatan (IB). Pelaksanaan IB diprioritaskan pada komoditas Sapi Bali yang dinilai lebih familiar, adaptif, serta terjangkau dari segi pemeliharaan bagi masyarakat lokal.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan efektivitas pembangunan sektor peternakan di Bulungan,” tegas Bupati Syarwani saat memberikan sambutan.
Selain sektor peternakan, Pemkab Bulungan juga mencatatkan berbagai capaian strategis di sektor ketahanan pangan secara luas. Di antaranya program cetak sawah bekerja sama dengan Kodim yang telah merealisasikan luasan hingga 772,61 hektar, serta keberhasilan Brigade Pangan Kontingen Desa Mara Hilir yang terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Utara dalam pelatihan Kementerian Pertanian.
Lebih jauh, Pemkab Bulungan tengah menyiapkan terobosan Kawasan Agrokompleks dengan memanfaatkan lahan bekas tambang di Kelubir sebagai pusat agrokompleks sekaligus laboratorium pascatambang. Di sektor perikanan, percepatan peralihan ke budidaya air tawar dan air payau terus didorong guna memperkuat sumber pendapatan bagi para nelayan.
















Discussion about this post