TARAKAN – Langkah konkret pencegahan bencana terus dimaksimalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan pada Kamis (27/8/2026), Pemkot Tarakan menyerahkan bantuan pasca-bencana dan hibah bantuan sosial (bansos) pendanaan kebijakan kesejahteraan rakyat secara langsung kepada warga penyintas.
Secara simbolis, bantuan senilai total Rp150 juta pada tahap ini dialokasikan khusus dalam bentuk bahan bangunan bagi 30 kepala keluarga penerima manfaat. Bantuan fisik tersebut difokuskan untuk tindakan preventif penanganan area rawan pergerakan tanah di pemukiman warga.
Selain itu, juga diserahkan bantuan sosial bagi korban kebakaran dengan total anggaran Rp31 juta untuk 19 warga penerima manfaat.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.
“Bantuan ini mungkin tidak bisa menggantikan semua kerugian yang dialami, namun setidaknya dapat mengurangi kesulitan Bapak dan Ibu sekalian. Kami berharap dan berdoa agar kita semua terhindar dari musibah yang lebih besar,” ujar Khairul.
Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor di tingkat tapak—mulai dari jajaran kecamatan, kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)—yang sigap mendampingi warga selama proses penanganan bencana.
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep, merincikan bahwa paket stimulan yang diberikan mencakup material kayu papan, kayu balok, hingga paku.
Material tersebut difungsikan khusus agar warga dapat membangun penahan tanah mandiri atau turap di area pemukiman yang longsor.
“Bantuan stimulan tahap ini menyasar 30 penerima dengan total anggaran Rp150 juta, di mana materialnya difokuskan untuk pembuatan turap guna menahan laju longsor. Berdasarkan evaluasi dari penerapan sebelumnya, metode penurapan mandiri ini terbukti efektif menurunkan titik longsor berulang di wilayah rawan,” terang Yonsep.
Guna memperkuat mitigasi hingga akhir tahun, Yonsep menambahkan bahwa Pemkot Tarakan telah menyiapkan alokasi anggaran tambahan melalui APBD Perubahan.
“Atas arahan Pak Wali Kota, disiapkan lagi alokasi sebesar Rp300 juta pada anggaran perubahan akhir tahun nanti sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana susulan,” pungkasnya. (jkr)


















Discussion about this post