TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK atas kontribusinya menurunkan angka stunting di kota ini.
Apresiasi itu disampaikan saat peringatan Hari Gerak PKK tahun 2026, Sabtu (1/8/2026) di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan.
Wali kota menyebut penurunan stunting menjadi capaian paling nyata dari kerja PKK selama 5 tahun terakhir.
“Saya atas nama pemerintah kota menyampaikan terima kasih dari hati yang paling tulus. Karena selama ini PKK bukan karena ketua tim penggerak PKK itu istri saya, tapi memang itu karena pergerakan di bawah melalui dasar Wisma Pusyandu yang mengembalikan dari PKK,” ujarnya.
Ia merinci, saat pertama menjabat tahun 2019 dan pasca COVID-19 tahun 2020, angka stunting Tarakan sempat menyentuh 25 persen. Angka itu tertinggi di Kalimantan Utara (Kaltara)saat itu.
“Kita malu betul, karena selama ini kota Tarakan digembar-gemborkan sebagai kota terkaya nomor 7 di Indonesia, terus dengan tagline Smart City, tapi kok masih banyak stuntingnya,” kata Khairul.
Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Kota saat itu mengucurkan anggaran ke masing-masing kelurahan untuk pemberian makanan tambahan khusus sasaran stunting. Program itu disebutnya mirip MBG saat ini, namun lebih terfokus.
Hasilnya mulai terlihat sejak 2021. Berdasarkan data BPS, prevalensi stunting nasional saat ini sekitar 12 persen. Sementara dari hasil survei PPBGM Dinas Kesehatan Kota Tarakan, angka stunting Tarakan kini tinggal 4 persen.
“Jadi jauh sekali turun dari 25 ke angka 4 persen. Ini harus kita akui banyak peran ibu-ibu ini ya, yang tadi membantu di lapangan untuk bagaimana mengelaborasi, terus mendorong pemberian makanan kepada anak-anak stunting tadi,” jelasnya.
Selain stunting, Khairul juga menyorot peran PKK dalam penguatan ekonomi warga. Ia mencontohkan saat pandemi COVID-19 terjadi PHK massal, ibu-ibu PKK menggerakkan UP2K.
“Fenomenal di Tarakan ini, pada saat kita terjadi covid itu kan, terjadi PHK massal begitu, lalu ibu-ibu bergerak melalui UP2K-nya itu, jadi UP2K yang dibina oleh PKK, dan itulah yang menjadi cikal bakal UMKM kita sekarang. Yang kebanyakan kelas dari UP2K menjadi UMKM yang sekarang, ya produk-produk di Tarakan itu kebanyakan juga lahir dari UP2K,” katanya.
Khairul menambahkan, PKK juga terlibat dalam program lain seperti penyuluhan narkoba dan penguatan ketahanan remaja.
Meski sudah turun signifikan, ia berharap angka 4 persen itu bisa ditekan lagi. “Insyaallah saya kira juga kita tetap berharap bahwa stunting ini gak terus akan kita turunkan, walaupun sekarang kalau di PPBGM-nya itu sudah sekitar 4 persen kita berharap lebih turun,” tutupnya. (jkr)
Stunting Tarakan Turun tinggal 4%, Wali Kota Apresiasi Peran PKK
TARAKAN - Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK atas kontribusinya menurunkan angka stunting...
Read moreDetails



















Discussion about this post