TARAKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tarakan telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp8 miliar untuk memberangkatkan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2026 Kalimantan Utara (Kaltara) di Malinau.
Anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai sekitar 700 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan official.
“Usulan anggaran itu kami sekitar Rp8 miliar. Nah itu kan nanti tergantung kebijakan pemerintah kota lagi. Apalagi kan memang efisiensi anggaran, lagi-lagi ada skala prioritas,” ujar Ketua KONI Tarakan, Rukisah Saleh melalui Sekretaris, Rizkiyanto.
Menurutnya, saat ini pihaknya intens berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar). Pembahasan anggaran sudah mulai dilakukan antara Disbudporapar dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
“Terakhir itu, kita sudah koordinasi intens dengan Dispora. Dan informasi juga memang Dispora sudah ketemu dengan pemerintah kota untuk membahas anggaran untuk mengikuti kegiatan porprov ini. Kita tunggu saja kabarnya,” katanya.
KONI menegaskan posisinya hanya bersifat teknis. Tugas utama mereka adalah mengakomodir dan menjembatani seluruh cabang olahraga agar bisa tampil di Porprov II.
“Kita lagi-lagi secara posisi yang teknis saja, membantu pemerintah kota untuk mengakomodir dan menjembatani semua cabor untuk tampil pada Porprov dua di Malinau,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah kontingen yang diusulkan KONI Tarakan, yaitu 700 orang, meningkat dibanding Porprov pertama. Pada 2022, Tarakan hanya memberangkatkan sekitar 600 kontingen dan keluar sebagai juara umum.
“Porprov pertama kan kita itu sekitar 600-an kontingen. Anggaran juga tidak terlalu besar karena kita bertindak sebagai tuan rumah. Nah ini yang kemungkinan jumlah anggaran yang dibutuhkan mungkin cukup besar karena kita bertanding di Malinau,” jelasnya.
Dari proposal Rp8 miliar itu, KONI mengusulkan keikutsertaan pada 45 cabang olahraga ditambah cabor eksebisi mini soccer. Jumlah ini mengacu pada hasil koordinasi awal dengan KONI Kaltara yang menyebut sekitar 48 cabor akan dipertandingkan.
“Kalau dari proposal yang 8 miliar itu semua cabor. Sambil kita menunggu, ini gambaran porprov pertama ya. Karena kan kita juga masih menunggu dari KONI Kaltara nih, berapa cabor yang dipertandingkan. Kemarin kita koordinasi dengan KONI Kaltara itu sekitar 48 cabor,” ujarnya.
Lokasi porprov yang berada di Malinau membuat anggaran transportasi menjadi salah satu pos terbesar.
KONI akan membahas metode keberangkatan kontingen bersama pemkot dan cabor dalam rapat teknis mendatang.
“Apakah tetap lewat jalur laut, menggunakan speedboat atau kapal, kita terus naik bus, itu teknis nanti dibahas dengan pemerintah kota. Prinsipnya kita lagi-lagi hanya sifatnya teknis, kita akan tetap membantu,” katanya.
Untuk pemusatan latihan atau TC, KONI Tarakan menyerahkan sepenuhnya pada ketersediaan anggaran. Jika anggaran disetujui, TC gabungan seluruh cabor bisa dilakukan di satu tempat. Jika tidak, masing-masing cabor akan menyusun program latihan sendiri.
“Kalau TC di satu tempat, digabung semua juga bisa. Tapi kan tergantung dengan cabor. Sebelum Porprov ini kan kita mungkin ada rapat kerja ya, itu mungkin akan dibahas untuk bersiap-siap,” ujarnya.
KONI Tarakan sendirivberharap bisa mengulang prestasi porprov pertama dengan kembali menjadi juara umum.
“Semoga juga hasilnya bisa maksimal dan kita juga bisa tampil. Karena kita tahu sendiri pada porprov pertama, Tarakan juara umumnya. Kita berharap nanti di porprov dua ini kita bisa tampil kembali sebagai juara umum,” katanya.
KONI memastikan akan menjalankan apapun arahan dan kebijakan anggaran yang ditetapkan Pemerintah Kota Tarakan.
“Kita akan intens, apapun arahan dan perintahnya pemerintah kota, kita siap jalan. Berapapun anggaran nanti yang diberikan. Karena juga prinsipnya kan, KONI ini kan kepanjangantangan pemerintah kota untuk mengurusi olahraga di tahun ini,” tutupnya. (jkr)












Discussion about this post