NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, M. Nasir, S.Pi., M.M., menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika bersama masyarakat Pasar Baru Nunukan, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Timur tersebut dihadiri sekitar 150 warga yang sebagian besar berasal dari kawasan Pasar Baru Nunukan. Dalam kegiatan itu, M. Nasir turut menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
M. Nasir mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan. Menurutnya, persoalan narkotika tidak cukup ditangani setelah seseorang menjadi korban, tetapi harus dicegah sejak dari keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Jangan menunggu narkoba masuk ke rumah kita, baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai sekarang, dari rumah kita sendiri, dari anak-anak kita, dari tetangga dan dari lingkungan tempat kita tinggal. Karena kalau satu anak menjadi korban narkoba, yang merasakan akibatnya bukan hanya anak itu, tetapi seluruh keluarganya,” ujar M. Nasir.
Perda Nomor 4 Tahun 2019 yang menjadi materi kegiatan tersebut sebelumnya mengatur antara lain antisipasi dini, pencegahan, sosialisasi dan edukasi, rehabilitasi, kerja sama hingga partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika. Regulasi tersebut kemudian telah digantikan oleh Perda Kaltara Nomor 3 Tahun 2024, yang memperkuat pengaturan mengenai pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Saatnya Ubah Image Pasar Baru
Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir juga menyampaikan gagasan agar masyarakat secara bersama-sama menjadikan Pasar Baru Nunukan sebagai contoh kawasan yang memiliki komitmen kuat untuk bebas dari narkoba.
Ia mengajak masyarakat tidak terus-menerus terjebak pada stigma lama terhadap kawasan Pasar Baru.
“Kalau dulu ada yang mengatakan Pasar Baru ini daerah ‘Texas’, daerah yang dianggap keras atau rawan narkoba, maka saya ingin mengatakan: itu dulu. Sekarang saatnya kita bersama-sama mengubah image itu. Pasar Baru harus dikenal bukan karena hal-hal negatifnya, tetapi karena masyarakatnya kompak menjaga generasi mudanya dari narkoba,” kata M. Nasir.
Menurutnya, perubahan positif sebenarnya telah tumbuh di tengah masyarakat Pasar Baru. Aktivitas keagamaan dan pembinaan masyarakat semakin berkembang, termasuk keberadaan sejumlah kelompok taklim di lingkungan tersebut.
Selain itu, kata dia, tidak sedikit generasi muda yang tumbuh dari lingkungan Pasar Baru kemudian berhasil mengabdikan diri sebagai anggota kepolisian maupun aparat penegak hukum.
“Ini membuktikan bahwa anak-anak Pasar Baru punya masa depan. Mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang hebat dan mengabdi kepada negara. Karena itu jangan biarkan narkoba merampas masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
M. Nasir kemudian mengajak warga membangun komitmen bersama.
“Saya ingin kita punya cita-cita bersama: Pasar Baru menjadi kawasan bebas narkoba. Kita mulai dari keluarga masing-masing. Orang tua menjaga anaknya, anak muda menjaga teman-temannya, tokoh masyarakat dan tokoh agama terus memberikan pembinaan. Kalau semua bergerak, insyaallah Pasar Baru bisa menjadi contoh bagi lingkungan yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan citra suatu lingkungan tidak cukup dilakukan dengan slogan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara nyata.
“Jangan lagi bangga dengan sebutan kawasan keras. Kita harus lebih bangga kalau Pasar Baru dikenal sebagai kawasan yang masyarakatnya kompak, anak mudanya berprestasi, kegiatan keagamaannya hidup dan warganya berani mengatakan tidak kepada narkoba,” tambahnya.
BNN Paparkan Jenis Narkotika hingga Pencegahan dari Keluarga
Sementara itu, materi dari BNN Kabupaten Nunukan disampaikan oleh Zaenal Arifin, S.KM.
Dalam pemaparannya, Zaenal menjelaskan secara terperinci berbagai hal berkaitan dengan narkotika, mulai dari jenis-jenis narkotika, bentuk dan penggunaannya, bahaya penyalahgunaan serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi penggunanya.
Ia juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan dini serta bagaimana keluarga dapat menjadi benteng utama agar anggota keluarganya tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkotika.
Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan pergaulan anak dan membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan dialog bersama warga. M. Nasir berharap setelah sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya mengetahui bahaya narkotika, tetapi ikut menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungannya masing-masing.
“Pulang dari kegiatan ini jangan hanya membawa pengetahuan. Bawa pulang satu tekad: saya akan menjaga keluarga saya. Kalau 140 orang yang hadir hari ini masing-masing menjaga keluarganya dan mengajak lingkungannya, maka gerakan kecil ini bisa menjadi kekuatan besar untuk melindungi Pasar Baru dari narkoba,” pungkas M. Nasir. (*)
















Discussion about this post