TARAKAN – Kekhawatiran kontingen Kota Tarakan jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Malinau akibat keterbatasan anggaran mendapat perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara.
Komisi IV DPRD Kaltara melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Tarakan untuk mendengar langsung kesiapan kontingen.
Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Tamara Moriska, disambut Kepala Disbudporapar Tarakan, Agustina Momongan dan jajarannya.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah menjelaskan kunjungan tersebut untuk memastikan sejauh mana kesiapan atlet Tarakan yang akan berlaga di pesta olahraga multi event terbesar di Kaltara itu serta mendengar langsung kendala yang dihadapi di lapangan.
“Untuk atlet, untuk semua cabor dan atlet di Tarakan. Terus apa aja yang menjadi permintaannya, dengan begitu kita bisa tahu,” ujar Syamsuddin kepada awak media usai pertemuan.
Menurutnya, dari hasil pertemuan tersebut akan ada rekomendasi yang diberikan Komisi IV kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk membantu kelancaran kontingen.
Ia menegaskan, Komisi IV sangat mendukung penuh kesuksesan pelaksanaan Porprov II Kaltara di Malinau.
Dukungan itu dibuktikan dengan memfasilitasi pertemuan antara KONI, Dispora, BPKAD, hingga asisten gubernur di lingkup Pemprov Kaltara.
“Luar biasa, kami mendukung. Buktinya, kami memfasilitasi pertemuan antara KONI, Dispora, kemudian BPKAD di pemerintah provinsi, termasuk asisten kemarin kami juga undang dalam rangka mempercepat proses pencairan,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, mengungkapkan besaran anggaran yang disiapkan untuk kontingen Tarakan masih menjadi persoalan.
Ia menyebut informasi anggaran yang ada sekitar Rp 950 juta hingga Rp1 miliar. Kondisi tersebut membuat atlet dan pengurus cabor khawatir kesiapan akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan tanding selama di Malinau.
Namun Supa’ad memberikan catatan penting, bahwa besar kecilnya anggaran tidak boleh dijadikan satu-satunya parameter penentu prestasi dan peluang menjadi juara umum.
“Kita jangan mengejudge atau membuat parameter bahwa semakin tinggi anggaran itu akan mempunyai prestasi dan berpeluang untuk menjadi juara umum,” tegasnya.
Ia menekankan, dengan anggaran terbatas sekalipun, semangat juang atlet harus tetap tinggi untuk mengharumkan nama daerah.
“Kita mau sukses juga pelaksanaan porprov ini, karena porprov itu kan mengharumkan nama daerah,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Tarakan ini.
Supa’ad pun mengajak seluruh masyarakat Tarakan untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada seluruh kontingen.
Informasi yang ia peroleh, kontingen Tarakan akan mengikuti 31 cabang olahraga dengan dibiayai APBD Tarakan dan 6 cabor anggaran mandiri dengan total kontingen 743 atlet, official dan pelatih.
Diharapkan semuanya bisa berjuang maksimal untuk menjadi juara umum Porprov 2026. “Kita mendoakan, kita support, kita kuatkan moral dan mental para atlet ini,” pungkasnya. (jkr)
















Discussion about this post