TANJUNG SELOR — Pemerintah Kabupaten Bulungan kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal. Langkah strategis ini mendapat dukungan nyata dari dunia akademis melalui pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) Angkatan XV Universitas Kaltara (Unikaltar) Tahun 2026.
Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md, yang berlangsung khidmat di Auditorium Lemlai Suri, Gedung D Lantai III Kampus Unikaltar, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, pada Kamis (6/8/2026).
Sebanyak 93 mahasiswa resmi dilepas untuk mengabdi kepada masyarakat selama dua bulan, terhitung sejak Agustus hingga September 2026. Dalam menjalankan seluruh program kerja di lapangan, para mahasiswa akan didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Pada pengabdian periode ini, KKN XV Unikaltar mengusung tema utama “Penguatan Potensi Desa Berbasis One Village One Product (OVOP) melalui Inovasi, Hilirisasi, Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan”.
Tema yang diusung tersebut selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Konsep One Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk sendiri diketahui merupakan salah satu program prioritas unggulan Pemkab Bulungan dalam menstimulasi perekonomian dari tingkat tapak.
Melalui pendekatan OVOP, setiap desa didorong untuk mampu mengidentifikasi, mengolah, serta mempromosikan produk komoditas unggulannya agar memiliki daya saing tinggi, nilai tambah ekonomi, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Untuk mengimplementasikan gagasan tersebut, para mahasiswa KKN Unikaltar akan disebar di enam desa strategis di wilayah Kabupaten Bulungan, yaitu Desa Apung, Salimbatu, Teras Nawang, Pimping, Ambalat, serta Punan Dulau.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menaruh harapan besar terhadap peran aktif para mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian. Beliau berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi katalisator perubahan positif di tengah masyarakat.
“Di desa nanti, saudara akan belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, gotong royong, serta memahami berbagai dinamika sosial yang tidak diperoleh di ruang perkuliahan,” ujar Wabup Kilat saat memberi arahan di hadapan para peserta KKN.
Wabup juga berpesan agar seluruh mahasiswa dapat melakukan pemetaan dan identifikasi potensi unggulan desa secara objektif. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dengan pendampingan konkret, seperti penerapan teknologi digital untuk perluasan akses pasar produk lokal.
Selain difokuskan pada pengembangan produk UMKM, para mahasiswa juga diimbau untuk memberikan edukasi terpadu kepada kelompok tani, kelompok perempuan, hingga pemuda desa. Di akhir arahannya, Wabup mengingatkan pentingnya menjaga etika, sopan santun, serta senantiasa menghormati adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat.(ADV)
















Discussion about this post