TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan terus mengintensifkan upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui strategi penjaringan berbasis lokasi rawan atau “hotspot”.
Pendekatan ini dilakukan agar pemeriksaan dan skrining menjangkau kelompok yang lebih berisiko, tanpa terpaku pada batas wilayah kerja puskesmas.
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, menjelaskan bahwa pembagian tugas skrining HIV di Tarakan tidak lagi berdasarkan wilayah administrasi puskesmas.
“Tempat ini di wilayah mana, tapi teman-teman dibagi nih, namanya hotspot-hotspot. Untuk melakukan tes untuk pasien HIV, screening. Di puskesmas tidak dilihat wilayahnya, tapi dilihat dari tempat-tempatnya kami bagi-bagi. Karena ada tempat yang kemungkinan untuk dapat kasusnya lebih banyak, pasti kami bagi, jadi jangan sampai ada satu puskesmas lebih rendah daripada teman yang lain,” ujar Devi.
Menurutnya, pembagian berbasis hotspot diperlukan karena karakteristik wilayah kerja puskesmas yang berbeda.
Devi menyampaikan bahwa seiring meningkatnya jumlah pemeriksaan, jumlah kasus positif yang terdeteksi juga mengalami peningkatan.
“Pasti ada peningkatan, maksudnya peningkatan yang diperiksa dan pasti ada yang positif,” katanya.
Dari sisi usia, kelompok yang paling banyak terdeteksi berada pada usia produktif. “Usia 20-an sampai 40-an tahun,” sebut Devi.
Dinkes Tarakan juga menghadapi tantangan dalam menjangkau kelompok kunci. Devi menyebut deteksi pada komunitas tertentu saat ini lebih sulit karena adanya penolakan.
“Ada peningkatan kasus, cuma kami mendeteksi saat ini lebih sulit. Kalau kami mau masuk, kadang-kadang orang menolak untuk periksa. Begitu juga di tempat kerja, kadang tempat kerjanya menolak karena takut,” jelasnya.
Dinkes Tarakan berkomitmen untuk terus melakukan edukasi, skrining masif di titik hotspot, serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS dapat berjalan optimal tanpa diskriminasi.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melakukan tes HIV secara sukarela di fasilitas kesehatan. Deteksi dini dinilai penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. (adv)

















Discussion about this post