TARAKAN – Dinas Kesehatan Tarakan mewaspadai cuaca pancaroba yang terjadi. Kondisi dinilai berpotensi menyebabkan lonjakan penyakit. Terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, serta Demam Berdarah Dengue (DBD).
Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti. Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan perubahan cuaca yang sedang terjadi. Sebab berdasarkan data Dinkes, tren kasus ISPA di Tarakan saat ini mencatatkan peningkatan.
Meski demikian, untuk kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD, grafiknya dilaporkan relatif stagnan dan cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Kalau penyakit DBD saat ini masih stagnan Ya maksudnya nggak terlalu naik kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sih lebih rendah tahun ini. Cuma jumlah pastinya saya nggak hafal, Tapi itu tetap menjadi kewaspadaan kita, masyarakat juga tetap melakukan 3M,” ujar Devi.
“Karena ISPA juga tinggi nih, karena musimnya seperti ini,” sambung Devi, Senin (27) 7/2026(
Menanggapi penanganan DBD di lapangan, Devi menjelaskan bahwa pihak puskesmas sudah bergerak cepat melalui prosedur penyelidikan epidemiologi. Begitu sistem menerima warning notification dari rumah sakit terkait adanya pasien positif DBD, tim medis dari puskesmas terdekat akan langsung diterjunkan ke lokasi.
Prosedur penyelidikan epidemiologi ini dilakukan dalam radius sepuluh rumah atau sekitar 50 meter dari tempat tinggal pasien. Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas akan membagikan bubuk abate secara gratis kepada warga sekitar.
Adapun tindakan penyemprotan atau fogging tidak dilakukan secara sembarangan. Fogging hanya akan dieksekusi jika hasil Penyelidikan Epidemiologi membuktikan adanya indikasi penularan aktif dari nyamuk dewasa di kawasan tersebut.
Menjawab kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai keamanan air yang telah diberi abate, Devi menegaskan bahwa air tetap aman untuk dikonsumsi. Syaratnya, air wajib direbus hingga mendidih pada suhu 100 derajat Celsius, serta dipastikan kondisi fisik air tetap jernih dan tidak berbau.
Devi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten menerapkan gerakan 3M. Yakni Menguras, Menutup, dan Menimbun tempat penampungan air.
Selain pencegahan lingkungan, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, serta memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas air putih sehari.
Apabila ada keluarga mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. (adv)

















Discussion about this post