TARAKAN – Proses pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tarakan berjalan lancar dan teratur dengan sistem pendaftaran dan nomor antrean.
Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah dirayakan umat Islam pada Rabu (27/5/2026). Pemotongan hewan kurban sapi dan kambing menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, Paulus, mengatakan pihaknya telah membuka pendaftaran sejak pagi kemarin.
“Masyarakat yang mendaftar bisa datang langsung atau melalui WhatsApp. Mereka menyampaikan akan memotong berapa sapi, dari masjid atau instansi mana. Setelah itu bawa sapinya, kami kasih nomor antrean,” jelas Paulus ditemui di saat memantau pemotongan hewan di RPH.
Hewan yang datang terlebihdulu dan sudah terdaftar akan melapor ke petugas untuk mendapatkan nomor antrean masuk pemotongan.
Paulus menyebut, semua hewan yang masuk sudah diperiksa kelayakannya sesuai syariah, mulai dari gigi, umur, hingga kondisi fisik.
Untuk kelancaran proses pegawasan, DKPP Tarakan mengerahkan 33 petugas yang disebar di RPH dan kelurahan serta masjid-masjid yang telah ditentukan sebagai lokasi pemotongan.
“Kalau ada info dari tempat lain, petugas juga akan bergeser. Kami pastikan semua titik terpantau,” katanya.
Di RPH sendiri, ada 11 orang petugas yang fokus pada pengawasan pemotongan. Paulus menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian sejak awal bulan untuk pengawasan dan pemantauan.
Data sementara yang masuk menunjukkan stok hewan kurban mencapai 1.494 ekor. Namun jumlah total hewan yang dipotong baru bisa diketahui pada Jumat, setelah seluruh laporan masuk selama beberapa hari pelaksanaan kurban. (jkr)













Discussion about this post