TARAKAN – Komando Daerah Armada XIII TNI Angkatan Laut kembali mendukung penuh kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 3T Terdepan, Terluar, dan Terpencil di wilayah Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026.
Dukungan itu diwujudkan dengan mengerahkan KRI Ajak 653 untuk mendistribusikan uang layak edar ke pulau-pulau terluar Kaltara selama kurang lebih sepekan.
Hal tersebut disampaikan Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji saat pelepasan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Dermaga Kodaeral XIII, Selasa (14/7/2026).
Kapal cepat torpedo ini merupakan salah satu ujung tombak TNI AL dalam menjaga keamanan laut, khususnya di perairan Ambalat dan sekitarnya.
“Ekspedisi akan dilaksanakan selama 7 hari dengan menempuh rute pelayaran dari Tarakan, Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Pulau Sulaiman, Pulau Derawan dan kembali ke Tarakan dengan total jarak tempuh mencapai 403 nautical mile,” jelas Laksda TNI Sumarji.
Rute sepanjang itu sengaja dipilih untuk menjangkau wilayah perbatasan dan kepulauan yang selama ini sulit diakses kapal biasa. Dengan begitu, masyarakat di daerah 3T tetap bisa mendapatkan akses uang rupiah dalam kondisi baik dan layak edar.
Laksda TNI Sumarji Bimoaji mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut (TNI AL).
“Melihat kondisi geografi negara Indonesia dengan luasnya wilayah dan banyaknya sebaran pulau-pulau menjadi tantangan tersendiri. Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri tanpa adanya persatuan dan kesatuan antara semua elemen bangsa,” ungkap jenderal TNI bintang dua ini.
Menurutnya, di sinilah titik temu kerjasama BI dan TNI AL. Bank Indonesia bertugas menjaga kedaulatan NKRI melalui pemenuhan kebutuhan Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah. Sementara TNI AL memiliki sarana untuk menjangkau seluruh wilayah perairan dan daerah 3T.
“Sehingga mata uang rupiah menjadi tuan rumah tunggal dan berdaulat di negeri Indonesia,” tegas Laksda TNI Sumarni
Ia menekankan, Rupiah bukan sekadar alat tukar. Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang harus dijaga sebagai wujud nyata semangat bela negara. Kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang digaungkan BI menjadi bagian dari dedikasi untuk negeri.
Laksda Sumarji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia atas keberlanjutan kegiatan ini dari tahun ke tahun.
“Dengan nama TNI Angkatan Laut, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia karena berlanjut dan meningkatnya kegiatan ini. Kita dapat bersama-sama hadir untuk menjaga kedaulatan negara dan mendukung pembangunan nasional di seluruh wilayah NKRI,” katanya.
Dengan adanya dukungan armada TNI AL, diharapkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil, sekaligus memperkuat kehadiran negara di perbatasan Indonesia. (jkr)













Discussion about this post