MAKASSAR – Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, memberikan perhatian serius terhadap kasus kriminal yang menimpa seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), di Makassar, Sulawesi Selatan. Korban sempat menjadi korban penyekapan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral seorang wakil daerah, Senator asal Kaltara ini langsung turun tangan menemui korban secara langsung di Makassar. Pertemuan tersebut berlangsung penuh haru, di mana Hasan Basri fokus memberikan penguatan psikologis kepada korban.
“Saya menemui langsung saudari kita, mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kaltara, yang menjadi korban penyekapan di Makassar. Kehadiran saya di sini untuk memberikan support dan dukungan moril yang kuat agar ia tetap semangat melanjutkan pendidikannya hingga akhir,” ujar Hasan Basri kepada media.
Hasan Basri juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa kelam yang menimpa salah satu mahasiswi asal Kaltara tersebut. Ia berharap insiden serupa tidak pernah terulang lagi kepada generasi muda Kaltara yang sedang menuntut ilmu di perantauan.
Dalam kesempatan yang sama, Hasan Basri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran aparat keamanan yang bertindak taktis dan responsif dalam membongkar kasus ini.
Kepolisian berhasil melacak keberadaan korban dalam waktu singkat. Pelaku penyekapan kini sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
“Terima kasih banyak kepada aparat keamanan yang sudah bergerak cepat menemukan korban dan menangkap pelaku. Tindakan cepat ini sangat berarti bagi keluarga korban dan masyarakat Kaltara,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Senator Hasan Basri menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh kendor. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal kasus ini
hingga ke persidangan demi memastikan keadilan yang hakiki bagi korban.
“Mari kita kawal bersama kasus ini agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Ini harus menjadi pelajaran keras buat semua pihak, agar tidak ada lagi yang berani melakukan tindakan keji serupa di masa depan,” tegas Hasan Basri.
Saat ini, kondisi korban dilaporkan mulai membaik dan terus mendapatkan pendampingan untuk memulihkan trauma akibat insiden penyekapan tersebut. (*)













Discussion about this post