TARAKAN – Pelaksanaan Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026 meraih sukses besar. Digelar sejak Maret, event yang bertujuan mendukung pengembangan ekonomi syariah dan inklusif ini berakhir pada Minggu (26/4/2026).
Event ini mampu melampaui target omset yang dipatok Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KPwBI) Kalimantan Utara.
Dari target Rp3 miliar, berhasil mencapai Rp 4,163 miliar, meningkat sebesar Rp 1,564 miliar dibandingkan total omzet tahun lalu.
Omset ini diperoleh dari kegiatan bazar yang melibatkan 54 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) halal food dan modest fashion se-Kaltara.
Hal itu dipastikan kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik di acara penutupan KaShaFa 2026 di halaman masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan.
“Secara akumulasi, total omzet UMKM Halal termasuk bazaar, dan dukungan pelaksanaan kegiatan sejak Road to Kashafa hingga puncak pelaksanaan Kashafa telah mencapai Rp 4,163 miliar, meningkat sebesar Rp 1,564 miliar dibandingkan total omzet tahun lalu. Kenaikan ini karena kita menjadikan kashafa sebagai rangkaian. Penggunaan QRIS yang cukup tinggi, yakni lebih 80% dari total transaksi,” ujar Hasiando.
Selain itu, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 mengenai penyelenggaraan jaminan produk halal, serta dalam rangka mendukung batas akhir kewajiban sertifikasi halal bagi produk UMKM pada 18 Oktober 2026, Bank Indonesia telah menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Jaminan Halal, fasilitasi Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha), serta perluasan cakupan sertifikasi produk halal. Hingga April 2026, tercatat terdapat tambahan 182 UMKM yang telah tersertifikasi halal.
Ke depan pihaknya akan terus memperkuat sinergi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) guna mempercepat pencapaian target sertifikasi halal di Kalimantan Utara.
Dalam mendukung peningkatan literasi ekonomi syariah nasional, juga diselenggarakan Festival Literasi Ekonomi Syariah yang dikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai kalangan.
Upaya tersebut turut tercermin pada capaian indeks literasi ekonomi syariah Kalimantan Utara yang tercatat lebih dari 75%, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 43,42%.
Selain itu, dalam rangka mendukung pengembangan UMKM, melalui Pojok Pembiayaan Syariah telah difasilitasi business matching antara UMKM dan lembaga penyalur pembiayaan syariah.
Hingga April 2026, total pembiayaan syariah yang telah disalurkan mencapai Rp5,73 miliar, atau sebesar 191% dari target tahun 2026 sebesar Rp3 miliar. Pembiayaan tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi UMKM untuk naik kelas dan berkembang lebih kuat.
Penyelenggarakan KaShaFa 2026, mengusung tema “Penquatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”, merupakan penyelenggaraan ketiga yang merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan anggota yang tergabung dalam Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kaltara.
Penyelenggaraan Kashafa 2026 telah diawali dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan Road to Kashafa 2026 yang dilaksanakan pada Maret 2026, bertepatan dengan Bulan Ramadan. Kick Off Road to KaShaFa telah dilaksanakan di Kota Tarakan sebagai awal rangkaian pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Utara.
Kegiatan tersebut diisi berbagai program pemberdayaan. Antara lain Pelatihan Sistem Jaminan Halal, Pelatihan Juru Sembelih Halal, Fashion Design Class, Festival Literasi, serta program pemberdayaan masyarakat. Selain itu, bazar UMKM turut diramaikan oleh UMKM unggulan sektor halal food, modest fashion, dan kriya.
Untuk mendukung pembiayaan sosial produktif, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Utara melalui Gerakan Kaltara Berwakaf Produktif, berupa pemanfaatan ekosistem masjid untuk mendukung ketahanan pangan dan ekowisata. Dana wakaf yang dihimpun masyarakat akan disalurkan kepada Islamic Center Kota Tarakan.
Dalam upaya pengendalian inflasi daerah, KPwBI Kaltara juga berkolaborasi dengan TPID menghadirkan pasar sembako murah pada setiap penyelenggaraan KaShaFa. Program ini mendapat antusiasme masyarakat dan membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Melalui rangkaian KaShaFa 2026 ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Kalimantan Utara.
Hasiando mengapresiasi hasil kolaborasi dan sinergi Pemerintah Provinsi, termasuk dukungan Bapak Gubernur, Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kaltara, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, MUI, Baznas, Perbankan Syariah, akademisi, serta serta seluruh stakeholder lainnya atas pelaksanaan rangkaian KaShafa 2026 berjalan lancar.
Ke depan pelaksanaan KaShaFa diharapkan dapat dilakukan secara bergilir di kabupaten dan kota. Sehingga manfaat KaShaFa dirasakan lebih luas sekaligus menggali potensi ekonomi dan keuangan syariah secara masif di Kaltara.
Akhir dari penyelenggaraan cassava 2026 ditutup dengan tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Kondang asal Sulawesi Selatan, Ustadz Das’ad Latif. Ribuan jemaah memadati halaman Masjid Baitul Izzah, Islamic Center Tarakan mendengarkan tausiah ustadz kondang asal Sulawesi Selatan ini. (jkr)



















Discussion about this post