TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes memastikan pembangunan gedung sekolah rakyat di kawasan pusat pemerintahan, Kelurahan Juata laut, Kecamatan Tarakan Utara, terus berprogres.
Meski tidak mengetahui secara detail persentase capaiannya, namun Khairul memastikan pembangunannya terus berjalan.
“Jalan terus, terakhir saya belum lagi, tapi waktu ke sana sudah naik lantai dua. Karena targetnya sekitar bulan Agustus tahun ini harus selesai, karena tahun ajaran baru sudah harus ditempati,” ujar Khairul kepada awak media belum lama ini.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan gedung tersebut bisa difungsikan pada tahun ajaran baru nanti sekira Agustus 2026.
Selain gedung, infrastruktur pendukung seperti listrik dan air juga sedang disiapkan oleh PLN dan PDAM.
Demikian juga dengan akses jalan menuju sekolah rakyat sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Tarakan.
Khairul optimis di sisa waktu, gedung sekolah rakyat selesai dikerjakan bersama infrastruktur pendukungnya.
“Dalam kurun waktu sebulan saya kira mudah-mudahan tidak bisa selesai. Ini kan sudah bulan 5, harapan kita finishing nanti sekitar bulan 8 sudah selesai. Jjalan juga sedang dikerjakan oleh dinas pekerjaan umum,” tutur Khairul.
Menurutnya, pembangunan sekolah rakyat bersumber dari APBN senilai Rp250 miliar. Sementara untuk infrastruktur pendukung seperti jalan, dikerjakan Pemkot Tarakan melalui APBD.
Hal itu sesuai komitmen Pemkot Tarakan yang mendukung penuh hadirnya sekolah rakyat.
Sebelumnya Pemkot Tarakan juga meminjamkan ruangan di Lembaga Latihan Kerja (LLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk rintisan sekolah rakyat.
Selain itu Pemkot Tarakan juga menghibahkan tanah sekitar 7,4 hektar untuk pembangunan sekolah rakyat.
Nantinya apabila telah difungsikan maka kegiatan belajar mengajar akan dialihkan ke gedung baru yang akan di dukung dengan asrama permanen.
Wali kota juga optimis dengan hadirnya gedung permanen nanti akan menambah daya tarik sekolah rakyat diminati masyarakat.
Jumlah siswa sekolah rakyat saat ini masih terbatas menyesuaikan kondisi ruangan. Nantinya sekolah rakyat akan menampung siswa SD, SMP hingga SMA.
“Saya kira tahun lalu karena masih awal, tentu masih banyak yang ragu. Banyak dulu ada orang tuanya yang tidak mau melepas anaknya masuk asrama, ada juga yang anaknya yang tidak mau, tapi mungkin setelah dengar cerita teman-temannya yang sudah masuk, lalu melihat kondisi gedungnya di sana yang cukup bagus saya kira mungkin kita optimis itu akan lebih banyak siswanya,” pungkas Khairul. (jkr)













Discussion about this post