TARAKAN – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi membuka layanan klinik ekspor untuk pelaku usaha, khususnya UMKM.
Fasilitas ini menyediakan repacking, pengisian oksigen, hingga packing secara gratis sebagai insentif ekspor langsung lewat udara.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud, Kamis (4/6/2026). Klinik ekspor ini mulai beroperasi setelah rekomendasi hasil Focus Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu.
Menurut Ichi, klinik ekspor ini dilengkapi instalasi untuk komoditas mati, segar, beku, hingga hidup. Petugas menyebut lokasi dekat bandara sengaja dipilih agar rantai dingin ekspor tidak terputus.
“Kami membuka instalasi kami. Ada instalasi untuk yang mati, segar, beku, kemudian ada yang hidup juga untuk bisa dimanfaatkan para pelaku usaha, khususnya UMKM di Kalimantan Utara,” ujar Ichi.
Untuk jasa repacking, isi oksigen, packing, tambah es dan fasilitas lainnya digratiskan. Karantina sudah konsultasi ke Biro Umum dan Keuangan pusat dan mendapat persetujuan sebagai bentuk insentif.
“Itu bisa difasilitasi dan dikasihkan jadi insentif, bahasanya digratiskan. Jadi, para pelaku usaha yang misalnya mau repacking, mau ngisi oksigen, mau packing ulang, mau dia nambah es dan lain-lain, ya kami siapkan tempat sini,” jelas Ichi.
Ia mengaku kapasitasnya cukup besar. Untuk komoditas hidup, boks yang bisa ditampung mencapai 100-200 boks karena lokasi instalasi cukup panjang. (Rajab)













Discussion about this post