TARAKAN – Suasana Auditorium Kantor Perwakilan BPK Kaltara tampak riuh dan penuh semangat pada Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 350 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Tarakan berkumpul untuk mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Gelombang I Tahun Akademik Ganjil 2026/2027.
Meski acara terpaksa diselenggarakan di luar area kampus UT, kondisi tersebut tidak sedikit pun menyurutkan antusiasme para peserta yang siap menempuh pendidikan tinggi.
Direktur UT Tarakan, Jeje Muhammad Najib, dalam pembukaannya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait lokasi kegiatan, sekaligus memberikan motivasi agar para mahasiswa tetap membakar semangat belajar hingga akhir sesi.alah satu momen berkesan dalam pembukaan OSMB ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya dari pihak UT Tarakan kepada Wali Kota Tarakan. Kehadiran orang nomor satu di Tarakan tersebut dipandang sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan tinggi, khususnya sistem belajar terbuka dan jarak jauh.
Salah satu momen berkesan dalam pembukaan OSMB ini adalah bentuk apresiasi setinggi-tingginya dari pihak UT Tarakan kepada Wali Kota Tarakan. Kehadiran orang nomor satu di Tarakan tersebut dipandang sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan tinggi, khususnya sistem belajar terbuka dan jarak jauh.
Jeje mengenang bagaimana dukungan Pemkot Tarakan sudah mengakar kuat sejak awal perguruan tinggi ini berdiri di Bumi Paguntaka.
“Lahan kampus kita yang strategis di depan bandara itu adalah hasil bantuan Bapak Wali Kota. Sangat memudahkan aksesibilitas kami. Kehadiran beliau hari ini kian menegaskan betapa besarnya perhatian Pemkot terhadap masa depan pendidikan warga Tarakan,” ujar Jeje yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diusung UT menekankan inklusivitas tanpa batas—menerima siapapun tanpa memandang usia dan tahun kelulusan. Jangkauan UT Tarakan bahkan menembus batas geografis hingga wilayah terpencil seperti Lumbis, Krayan, kawasan perbatasan Sabah (Malaysia), serta berpeluang segera merambah Brunei Darussalam.
Namun, di balik fleksibilitas tersebut, tantangan akademis siap menanti. Para mahasiswa baru langsung dihadapkan pada realitas budaya membaca yang intensif.
- Beban Bacaan: Setiap mata kuliah rata-rata menyajikan modul setebal minimal 360 halaman.
- Total Target: Jika mengambil 6 mata kuliah, mahasiswa wajib menuntaskan sekitar 3.000 hingga 4.000 halaman dalam kurun waktu empat bulan menjelang ujian pada Desember mendatang.
Untuk menjawab tantangan ini, UT menyiapkan bekal lanjutan berupa Latihan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) pasca-OSMB agar mahasiswa menguasai teknik membaca cepat dan efektif.
Menjaga Integritas Akademik dan Etika Digital
Di luar persiapan akademis, Jeje menitipkan pesan mendalam terkait moralitas dan karakter mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi integritas dengan menjauhi segala bentuk kecurangan seperti mencontek, sembari mengingatkan bahwa setiap pelanggaran akademis selalu meninggalkan jejak.
Selain mendorong mahasiswa untuk meningkatkan skill di luar kurikulum agar siap bersaing di dunia kerja, pihak kampus juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, persaudaraan antar sesama mahasiswa Tarakan, serta kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia maya.
“Berhati-hatilah dengan ujung jari dan jempol kita. Gunakan media sosial secara bijak dan jangan sampai tulisan kita menyakiti orang lain,” tutur Jeje memungkasi arahannya.
OSMB di Tarakan ini merupakan bagian dari gelombang penerimaan mahasiswa baru UT yang tersebar di seluruh pelosok Kaltara dengan total lebih dari 1.500 orang.
Seluruh rangkaian kegiatan OSMB di wilayah Kaltara ini berjalan sukses berkat sinergi penuh dari Pemerintah Provinsi Kaltara hingga seluruh pemerintah kabupaten/kota setempat. (jkr)



















Discussion about this post