TARAKAN – Puskesmas Pantai Amal terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat di wilayah kerjanya.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui sosialisasi dan edukasi program inovatif Desa Sehat Iklim Bebas Sampah Plastik dan Sampah Organik.
Tenaga Sanitarian Lingkungan Terampil Puskesmas Pantai Amal, Annuur, A.Md.Kes, menjelaskan bahwa program Desa Sehat Iklim merupakan gerakan masyarakat berbasis lingkungan iklim yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kesehatan lingkungan serta ketahanan terhadap perubahan iklim.
“Lewat inovasi Deksi, kami ingin mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk aktif memilah sampah dari rumah tangga, baik sampah organik maupun sampah plastik, guna mendukung lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan adaptif terhadap perubahan iklim,” ujar Annuur.
Dalam pemaparannya, Annuur menekankan pentingnya peran aktif Kader kesehatan/lingkungan di tingkat RT dan desa.
Beberapa tugas utama kader meliputi edukasi dan sosialisasi: Yaitu membantu menyebarluaskan informasi mengenai pengelolaan sampah dan adaptasi perubahan iklim kepada warga.
Selain itu melakukan pendampingan. Yakni mendampingi masyarakat dalam memilah sampah serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi. Yaitu melakukan pemantauan berkala terhadap pengelolaan sampah di tingkat RT/RW dan melaporkan hasilnya.
Kegiatan ini juga mencakup Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yang komprehensif, mulai dari Pengelolaan Sampah Pemukiman: Mengajarkan pemilahan sampah organik, anorganik, serta sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) menggunakan sarana tempat sampah terpilah.
Selain itu, Pemanfaatan Sampah Organik. Pengolahan sampah dapur menjadi kompos atau pakan maggot.
Pemberdayaan Bank Sampah. Yaitu mendorong pengelolaan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomis bagi warga.
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kegiatan, kesadaran masyarakat menunjukkan tren positif dalam memilah sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Puskesmas Pantai Amal berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari seluruh lapisan masyarakat.
“Lingkungan yang bersih dan sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi kita. Mari kita wujudkan desa yang sehat, bersih, dan tangguh terhadap perubahan iklim secara bergotong royong,” tutup Annuur. (jkr)
















Discussion about this post