TARAKAN – Puskesmas Pantai Amal terus berupaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TB) pada anak melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Melalui materi penyuluhan TB Anak yang disampaikan di Posyandu, orang tua diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda infeksi dan menjaga kesehatan lingkungan rumah.
Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya TB, cara penularan, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri di tingkat keluarga.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Muda Puskesmas Pantai Amal, Bungatang, SKMmenjelaskan bahwa TB anak adalah penyakit infeksi yang serius namun bisa disembuhkan.
“TB anak disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru anak, namun juga memiliki potensi untuk menyerang bagian tubuh lainnya jika tidak segera diobati,” ujar Bungatang.
Lebih lanjut, Bungatang menekankan bahwa anak biasanya bukanlah sumber penularan primer. Penularan TB terjadi melalui udara saat penderita TB paru dewasa yang belum diobati batuk, bersin, atau berbicara.
“Anak-anak biasanya tertular dari orang dewasa yang tinggal serumah atau orang yang sering berdekatan dengannya. Inilah mengapa deteksi dini pada orang dewasa di sekitar anak juga sangat penting,” ungkap Bungatang.
Para orang tua diminta untuk tidak meremehkan perubahan kondisi kesehatan anak yang berlangsung lama. Ada beberapa tanda kunci yang perlu diwaspadai sebagai gejala TB pada anak.
Di antaranya batuk yang berlangsung lama, lebih dari 2 minggu, demam yang lama atau sering berulang. berat badan tidak naik dalam waktu lama atau justru terus turun, nafsu makan anak berkurang secara signifikan, anak tampak lemas atau kurang aktif dari biasanya serta berkeringat di malam hari, meskipun hal ini tidak selalu muncul pada setiap kasus.
“Jika anak mengalami batuk lebih dari dua minggu, apalagi disertai dengan berat badan yang susah naik, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pesan Bungatang kepada peserta Posyandu.
Dalam penyuluhan tersebut, Puskesmas Pantai Amal membagikan lima cara utama untuk mencegah penularan TB pada anak. Di antaranya memastikan anak mendapatkan imunisasi BCG sesuai jadwal untuk memberikan kekebalan dasar.
Selain itu, Jika ada anggota keluarga atau orang serumah yang batuk lebih dari 2 minggu, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Jaga ventilasi rumah agar udara dapat bersirkulasi dengan baik dan sinar matahari pagi dapat masuk ke dalam rumah.
Terapkan etika batuk yang benar dan gunakan masker apabila sedang sakit untuk melindungi anggota keluarga lain.
Berikan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terinfeksi.
Masyarakat Tarakan, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal, diminta tidak panik namun tetap responsif. Jika anak diduga mengalami gejala-gejala TB, segera bawa anak ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Jika didiagnosis TB, anak harus minum obat secara teratur sampai selesai sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jangan putus obat di tengah jalan agar bakteri benar-benar hilang dan tidak menjadi kebal,” pungkas Bungatang. (adv)















Discussion about this post