TARAKAN – Di tengah dinamika situasi global serta ketegangan konflik di beberapa wilayah dunia yang memicu krisis energi, pemenuhan kebutuhan energi fosil dan gas dalam negeri kini menjadi prioritas mutlak pemerintah.
Merespons tantangan tersebut, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Zona 10 secara masif mempercepat berbagai program pengeboran eksplorasi dan eksploitasi, khususnya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Guna mengawal agenda strategis hulu migas ini, digelae Media Gathering Zona 10 Bersama Media Kaltara 2026 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (25–26/7/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana perkuatan komunikasi, silaturahmi, sekaligus penegasan komitmen kolaborasi antara industri hulu migas dan insan pers di Kaltara.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Kalsul, Wisnu Wardhana, menegaskan pentingnya percepatan kegiatan pengeboran domestik demi menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, wilayah Kaltara memiliki peran vital dalam peta industri migas Indonesia saat ini.
“Kebutuhan energi nasional mau tidak mau harus dipenuhi dari dalam negeri. Salah satu upaya keras SKK Migas dan seluruh perusahaan migas di Indonesia adalah mempercepat kegiatan pengeboran,” ujar Wisnu Wardhana.
Wisnu memaparkan sejumlah langkah konkret industri hulu migas di wilayah Kaltara. Di antaranya mengawal aktif bersama KKKS dalam menjaga ritme kegiatan pengeboran di wilayah Tarakan.
Selain itu, melakukan percepatan target. Yaitu rencana kegiatan pengeboran yang semula dijadwalkan pada 2028 kini diakselerasi agar dapat direalisasikan lebih cepat pada tahun 2026.
Juga dilakukan komitmen dari Pertamina Group, termasuk Pertamina Nunukan Offshore, untuk melakukan pengeboran di wilayah KIPI serta optimalisasi penanganan cadangan migas lepas pantai guna meningkatkan nilai keekonomian operasional agar siap diproduksi.
Wisnu menyadari bahwa intensitas kegiatan hulu migas yang tinggi berpotensi menimbulkan gesekan sosial, dinamika pemerintahan, maupun isu-isu publik.
Karena itu, peran media massa dipandang sangat krusial sebagai jembatan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami sadar tidak mungkin menghadapi tantangan ini sendirian tanpa adanya kolaborasi dan diskusi bersama teman-teman media. Media adalah penyambung lidah kami kepada masyarakat,” tutur Wisnu.
Meskipun dihadapkan pada efisiensi ekonomi, SKK Migas dan KKKS Zona 10 berkomitmen untuk terus menjaga wadah kemitraan rutin dengan insan pers Kaltara. Mulai dari kegiatan safari Ramadan, media gathering pertengahan tahun, hingga agenda penutup tahun nantinya.
Respons positif dan apresiasi tinggi disampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltara, Usman Coddang.
Ia menilai konsistensi SKK Migas dan KKKS Zona 10 dalam merawat hubungan silaturahmi dan kemitraan secara berkelanjutan sangat patut dipuji.
“Kami sangat bersyukur industri hulu migas di Kaltara selalu melibatkan dan merajut silaturahmi dengan jurnalis setiap tahunnya. Kemitraan ini terbukti mempermudah koordinasi serta keberimbangan informasi dalam setiap penulisan berita kegiatan migas,” ungkap Usman Coddang.
Usman menambahkan bahwa insan pers di Kaltara berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif melalui pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan berdampak baik bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, publik dapat memahami secara utuh kerja keras serta kontribusi nyata industri migas bagi pembangunan daerah dan ketahanan energi nasional. (jkr)
Deteksi Dini TB Anak, Puskesmas Pantai Amal Minta Orang Tua Jaga Kesehatan Lingkungan di Posyandu
TARAKAN - Puskesmas Pantai Amal terus berupaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TB) pada anak melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat. Melalui...
Read moreDetails


















Discussion about this post