TARAKAN – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tarakan bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis.
Kegiatan yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” ini dibuka Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, Sabtu (27/6/2026) di Puskesmas Sebengkok.
Program ini menyasar kaum ibu sebagai upaya nyata dalam pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3AP2KB Tarakan, Agustina, dalam laporan singkatnya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta KB, khususnya pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“Program ini mendukung penuh program pemerintah dalam pengendalian penduduk, peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan reproduksi ibu, serta percepatan penurunan angka stunting di Kota Tarakan,” ujar Agustina.
Untuk pelayanan kali ini, panitia menyediakan kuota khusus yang terdiri dari 80 kuota untuk pemasangan KB implan 1 batang (calon akseptor baru) dan 20 kuota untuk pencabutan implan.
Rangkaian kegiatan ini meliputi proses screening bagi calon akseptor sebelum dilakukan tindakan medis. Adapun pelayanan KB gratis ini akan berlangsung secara berkala mulai dari tanggal 27 Juni hingga 8 Juli 2026 dengan sumber anggaran yang berasal dari DIPA BKKBN melalui dana BOK (Bantuan Operasional Keluarga Berencana).
Agustina juga menekankan bahwa program KB sejatinya bukan sekadar membatasi kelahiran anak, melainkan bagian dari pendewasaan usia pernikahan dan pengaturan jarak kehamilan.
Hal ini krusial demi menjaga kesehatan ibu dan anak serta menekan angka stunting.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ibu yang dengan kesadaran sendiri mengikuti kegiatan ini. Langkah yang Anda ambil adalah bentuk cinta kasih untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, bahagia, dan berencana,” tambahnya.
Sementara itu, Penata Kependudukan Keluarga Berencana DP3AP2KB Tarakan, Hadriana, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas dalam kegiatan ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis karena telah diakomodasi penuh oleh negara.
“Pelayanan KB gratis ini merupakan kerja sama antara DP3AP2KB dengan fasilitas kesehatan (faskes), yang dalam momen kali ini bertempat di Puskesmas Sebengkok. Seluruh biayanya, mulai dari pelayanan medis, alat kontrasepsi, hingga makan dan minum peserta, ditanggung oleh DP3AP2KB melalui anggaran BKKBN,” jelas Hadriana.
Ia menambahkan, pelayanan KB gratis ini merupakan kegiatan rutin yang kerap digelar pada momen-momen besar. Sebelum di Puskesmas Sebengkok, kegiatan serupa sukses dilaksanakan di wilayah Amal dan PMB (Praktek Mandiri Bidan) saat Hari Ulang Tahun IBI (Ikatan Bidan Indonesia), serta di Puskesmas Juwata pada awal tahun.
Melalui keberlanjutan program ini, DP3AP2KB berharap masyarakat Tarakan semakin sadar akan pentingnya menjadi akseptor KB aktif.
“Harapan kami, seluruh masyarakat bisa menjadi akseptor sehingga kehamilan yang tidak direncanakan dapat dicegah, dan angka stunting di Kota Tarakan dapat terus ditekan menuju zero stunting,” pungkas Hadriana. (jkr)













Discussion about this post