TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes membuka Training of Trainer (ToT) Pengimbasan Program Budaya Sekolah Aman di Aula Aula Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tarakan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Tarakan ini diikuti para guru dari perwakilan Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Tarakan.
Kegiatan ini dalam rangka menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat peran instusi, serta memantapkan
komitmen bersama dalam implementasi Program Sekolah Aman dan Nyaman di sekolah-sekolah target pengimbasan yang akan mendukung upaya peningkatan kualitas ekosistem pendidikan serta
memperkuat kolaborasi antara sekolah, madrasah, dan para pemangku kepentingan di Tarakan.
Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan pola pendidikan sekarang sudah berubah. Jika dahulu pendidikan diselingi dengan sikap keras para guru untuk mengajarkan kedisiplinan terhadap siswanya, maka pola itu sudah ditinggalkan dan berlalih kepada cara yang lebih santun.
Sebab pola lama dinilai bisa berdampak pada mental siswa. Tidak hanya itu, bisa juga erakibat sanksi pidana bagi guru karena dianggap berbuat kekerasan kepada anak.
“Banyak penelitian menyampaikan bahwa pendidikan kekerasan yang kita berikan kepada anak-anak itu apakah di rumah atau di sekolah, ternyata membekas cukup panjang. Bahkan bisa menjadi bagian kalau kita dulu membodoh-bodohkan anak-anak, gampang sekali, sekarang tidak boleh. Karena itu bisa membuat memori mereka selalu ingat dan menjadikan mereka kalau di dunia kesehatan, inferiority complex,” ujar wali kota.
Wali kota menilai, Sekolah Aman dan Nyaman yang merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendigdasmen), salah satu upaya pemerintah saat ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan pendidikan. Program ini sebenarnya hampir sama dengan program sebelumnya yaitu sekolah ramah anak.
Pola pendidikan saat ini juga dinilai wali kota cukup berhasil untuk mendidik generasi muda meraih prestasi dan mempunyai karakter yang tangguh.
Contoh paling dekat adalah anak-anak wali kota sendiri yang berhasil meriah IPK tinggi dan menyandang dokter.
Menurut wali kota, yang terpenting dalam memberikan pendidikan, tidak hanya kecerdasan intelektual, akan tetapi membentuk juga generasi yang tangguh dalam memahami masalah.
“Itulah kunci keberhasilan bahwa generasi yang berhasil adalah generasi yang tangguh terhadap menghadapi masalah. Karena semakin ke depan baik generasi lama maupun baru pasti ada tantangan dan tantangan itu yang menurut saya berbeda-beda di setiap zaman,” tutur wali kota.
Wali kota mengharapkan peran orang tua di rumah juga dapat membekali anaknya dengan budi pekerti yang baik sehingga terbentuk karakter yang tangguh.
Karena itu, sekolah dan rumah menjadi bagian yang penting untuk membekali generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosional, sosial serta spiritual.
“Itu semua didapat dari pendidikan baik di rumah maupun di sekolah. Itulah peran penting dari kita semua,” pesan wali kota. (jkr)



















Discussion about this post