TARAKAN – Ketua Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Simon Patino menilai keluhan peternak ayam perlu dicarikan solusinya. Sebab kebijakan MSJ berpotensi membunuh usaha peternak lokal hingga monopoli.
Hal itu disampaikannya kepada awak media usai memimpin hearing dengan puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Koperasi Produsen Peternak Ayam Pedaging Tarakan (KPPAPT) dan stakeholder terkait di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Tarakan, Senin (5/1/2026).
Penilaian ini mengacu pada keterangan yang diperoleh dalam hearing. Di mana ditemukan harga jual yang berbeda di pasaran. Peternak eksisting saat ini menjual Rp31 ribu/kg, sedangkan agen yang baru menjual Rp28 ribu/kg. Sehingga menggerus keuntungan peternak.
“Mereka sebenarnya intinya ingin memberikan harga terbaik buat masyarakat, cuma mengacau harga pasar yang sudah ada. Yang kita khawatirkan jangan sampai terjadi akhirnya pengusaha-pengusaha lokal berguguran. Sehingga berdampak pada serapan tenaga kerja dan bisa saja terjadi monopoli kalau dia sendiri,” ujar Simon Patino.
Karena itu, dari hasil rapat, menurut Simon Patino, muncul sejumlah opsi penyelesaian. Di antaranya menyeragamkan harga dengan menerapkan tarif batas atas dan batas bawah.
Selain itu ada juga opsi untuk menyiasati pada pakan ayamnya atau mengambil DOC hanya pada satu sumber. Akan tetapi opsi tersebut akan dikaji terlebih dulu yang mana tepat diterapkan.
Karena itu, DPRD Tarakan telah membentuk tim kecil yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk melakukan mengecek di lapangan.
Hasil kajian tim akan dibahas dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan Jumat pekan ini. Kemudian dituangkan dalam MoU.
“Kita mau kaji dulu apakah kita mau kunci di harga atau kita kunci di pakan ayam atau DOC-nya bagaimana supaya teman-teman inti bisa satu sumber, harganya sama sehingga harga jualnya juga sama,” ujar Simon Patino kepada awak media usai rapat.
Sebelumnya, peternak ayam mengeluhkan kebijakan agen baru MSJ yang mengambil ayam dengan harga lebih murah dibanding agen lain.
Kebijakan itu dinilai berpotensi mengurangi pendapatan peternak hingga 70℅ karena agen lain bisa ikut menurunkan harga agar dapat bersaing dengan agen baru. (jkr)
Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah, KPwBI Kaltara Kembali Gelar Kashafa 2026, Target Transaksi Tembus Rp3 Miliar
TARAKAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menggelar Kaltara Sharia Festival (Kashafa).Diawali dengan Road to...
Read moreDetails



















Discussion about this post