• Beranda
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
    • Akhirnya, 33 Dusun Terpencil Sulawesi Selatan Dilistriki PLN, Menyala 24 Jam!
  • Terms And Conditions
Jendela Kaltara
  • Home
  • Nasional

    KONI Berlakukan Wajib KTP Kaltara. Sanksi Diskualifikasi Menanti bagi Atlet dan Cabor yang Ketahuan

    PT Pertamina Hulu Mahakam Selamatkan Tujuh Nelayan Terombang-ambing Dua Hari di Selat Makassar

    Hari Lahir Ke-25, BPM & BEM Fakultas Teknik UBT Sukses Gelar “Sahur on The Road”

    Hari Lahir Ke-25, BPM & BEM Fakultas Teknik UBT Sukses Gelar “Sahur on The Road”

    Komisi I DPRD Kaltara Memastikan Seleksi KPID Kaltara Berjalan Standar dan Tranparan

    Komisi I DPRD Kaltara Memastikan Seleksi KPID Kaltara Berjalan Standar dan Tranparan

    Hadiri Kick Off KKB 2025, Wawali Ibnu Saud Apresiasi Bank Indonesia Sebagai Mitra Strategis Berdayakan UMKM

    Wawali Ibnu Saud Dampingi Anggota Ombudsman RI Tinjau MBG dan Dapur SPPG

    Rencanakan TC untuk Persiapan PON Bela Diri

    Rencanakan TC untuk Persiapan PON Bela Diri

    Hasan Basri Desak Mabes Polri Usut Tuntas Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkoba

    Gubernur Motivasi Alumni Akpol Dan Akademi TNI Tetap Solid Mengabdi Pada Masyarakat

  • Daerah
    • Bulungan
    • Malinau
    • Nunukan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
  • Hiburan
    • Sosial Budaya
    • Kuliner
    • Olahraga
  • Opini
  • Parlementaria
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab KTT
    • Pemkot Tarakan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional

    KONI Berlakukan Wajib KTP Kaltara. Sanksi Diskualifikasi Menanti bagi Atlet dan Cabor yang Ketahuan

    PT Pertamina Hulu Mahakam Selamatkan Tujuh Nelayan Terombang-ambing Dua Hari di Selat Makassar

    Hari Lahir Ke-25, BPM & BEM Fakultas Teknik UBT Sukses Gelar “Sahur on The Road”

    Hari Lahir Ke-25, BPM & BEM Fakultas Teknik UBT Sukses Gelar “Sahur on The Road”

    Komisi I DPRD Kaltara Memastikan Seleksi KPID Kaltara Berjalan Standar dan Tranparan

    Komisi I DPRD Kaltara Memastikan Seleksi KPID Kaltara Berjalan Standar dan Tranparan

    Hadiri Kick Off KKB 2025, Wawali Ibnu Saud Apresiasi Bank Indonesia Sebagai Mitra Strategis Berdayakan UMKM

    Wawali Ibnu Saud Dampingi Anggota Ombudsman RI Tinjau MBG dan Dapur SPPG

    Rencanakan TC untuk Persiapan PON Bela Diri

    Rencanakan TC untuk Persiapan PON Bela Diri

    Hasan Basri Desak Mabes Polri Usut Tuntas Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkoba

    Gubernur Motivasi Alumni Akpol Dan Akademi TNI Tetap Solid Mengabdi Pada Masyarakat

  • Daerah
    • Bulungan
    • Malinau
    • Nunukan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
  • Hiburan
    • Sosial Budaya
    • Kuliner
    • Olahraga
  • Opini
  • Parlementaria
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab KTT
    • Pemkot Tarakan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pendidikan
No Result
View All Result
Jendela Kaltara
No Result
View All Result

Tarakan Diusulkan jadi Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi

Owner Jendela Kaltara by Owner Jendela Kaltara
18 Jun 2026
0 0
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp

TARAKAN – Kota Tarakan berpeluang besar menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi.

Program ini merupakan bagian dari 21 kebijakan strategis Presiden RI melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghadirkan sekolah unggulan dengan target “Satu Kecamatan, Satu Sekolah.”

BacaJuga

Disdik Tarakan Gelar Bimtek SPMB, Siapkan Operator Sekolah Hadapi Jalur Prestasi Baru

19 Juni 2026

DPUTR Tarakan Gelar Komunikasi Publik, Tegaskan Pentingnya KKPR dalam Pemanfaatan Ruang dan Legalitas Hukum

19 Juni 2026

Apresiasi Pemusnahan Barang Ilegal, Wali Kota Khairul Tekankan Perlindungan Masyarakat dan Pendapatan Negara

18 Juni 2026

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangkap peluang emas ini dengan mengajukan usulan ke pemerintah pusat. Kecamatan Tarakan Timur menjadi wilayah yang dibidik untuk proyek besar tersebut.

“Hasil koordinasi kami kemarin, kemungkinan besar kita (Tarakan) bisa dapat. Target pusat tahun ini ada 100 kuota secara nasional, mudah-mudahan Tarakan masuk di dalamnya,” ujar Tamrin Toha saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Nasional Terintegrasi ini mengusung konsep terpadu. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA akan berada di dalam satu kawasan yang sama.

Sesuai dengan regulasi pusat, pembangunan sekolah unggulan ini membutuhkan kawasan yang sangat luas.
Di mana luas lahan minimal 20 Hektar dan status Lahab harus clean and clear atau ebas sengketa dan dihibahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen.

Selain itu, pemerintah daerah juga wajib menjamin akses jalan ke lokasi, serta ketersediaan jaringan air bersih dan listrik.

Tamrin memastikan bahwa Pemkot Tarakan siap memenuhi syarat mutlak tersebut.

“Untuk mendukung program ini, lahan di Tarakan Timur sudah dibebaskan oleh pemerintah kota. Jadi tinggal proses hibah ke pusat. Nanti yang membangun dan mengelola semuanya dari pusat,” jelas Tamrin.

Salah satu keunggulan Sekolah Nasional Terintegrasi ini adalah keberpihakannya pada pemuda daerah.

Tamrin Toha menjelaskan perbedaan mendasar antara sekolah ini dengan Sekolah Unggul Garuda yang juga merupakan program pusat adalah pada prioritas penerimaan siswanya.

Jika Sekolah Unggul Garuda cakupan rekrutmennya terrbuka untuk siswa dari seluruh Indonesia, maka Sekolah Nasional Terintegrasi Khusus mengakomodasi anak-anak di daerah setempat (lokal Tarakan).

Target siswa prestasi basional yaitu siswa berprestasi akademik/non-akademik lokal kategori desil 4-8.

“Presiden menginginkan jangan sampai ada anak-anak kita yang punya potensi dan kemampuan akademik bagus, tetapi tidak difasilitasi. Sekolah ini nantinya akan memotivasi siswa lain dan menjadi sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Pemda,” kata Tamrin Toha.

Karena konsepnya yang eksklusif dan unggulan, kuota siswa per kelas pun akan dibuat jauh lebih terbatas dan kompetitif dibanding sekolah biasa.

Tamrin menyebut kuota per kelas hanya 20 siswa. Sedangkan sekolah reguler saat ini menampung hingga 28 siswa untuk SD dan 32 siswa untuk SMP. Direncanakan hanya sekitar 120 siswa untuk total tiga jenjang (SD, SMP, SMA).

Sementara untuk kualifikasi guru, wajib memiliki kesiapan kompetensi tinggi, termasuk kemampuan berbahasa Inggris. (jkr)

Tags: #dinaspendidkan#kaltara#pemkottarakan#tarakan#tarakanhibot

Discussion about this post

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms And Conditions

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Bulungan
    • Malinau
    • Nunukan
    • Tana Tidung
    • Tarakan
  • Hiburan
    • Sosial Budaya
    • Kuliner
    • Olahraga
  • Opini
  • Parlementaria
  • Pemerintahan
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab KTT
    • Pemkot Tarakan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Pendidikan