TARAKAN – Keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan. Melalui pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinkes berkomitmen memastikan asupan gizi yang sampai ke tangan warga tidak hanya bernutrisi, tetapi juga terjamin kebersihan dan keamanannya.
Guna menjaga konsistensi mutu tersebut, puskesmas di masing-masing wilayah kerja dikerahkan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan berkala. Kepala Dinkes Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes., menegaskan bahwa seluruh operasional SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama.
“Petugas kesehatan lingkungan di puskesmas rutin turun ke lapangan untuk membina dan mengevaluasi. Biasanya jadwal pengawasan dilakukan berkala, sekitar satu hingga dua bulan sekali,” jelas dr. Devi.
Meski jadwal pengawasan rutin telah ditetapkan, Dinkes Tarakan memastikan tidak akan memberi ruang bagi pengelola SPPG yang mengabaikan standar kesehatan. Pihaknya siap mengambil tindakan cepat berupa inspeksi mendadak (sidak) tanpa harus menunggu jadwal resmi apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau laporan dari masyarakat.
“Kalau ada permasalahan, kami tak perlu tunggu jadwalnya, langsung kami lakukan kunjungan,” tegasnya.
Pengawasan menyeluruh ini mencakup seluruh rantai proses, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan kepada masyarakat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial untuk mengantisipasi risiko keracunan serta gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak memenuhi standar higiene sanitasi.
Kendati menerapkan aturan yang tegas, dr. Devi menyebutkan bahwa hubungan kerja sama dan komunikasi antara Dinkes, puskesmas, dan para pengelola SPPG di Kota Tarakan sejauh ini berjalan sangat baik dan kooperatif.
“Komunikasi kami dengan pengelola SPPG sejauh ini sangat aman dan berjalan lancar. Setiap ada hal yang perlu diperbaiki atau ditindaklanjuti, langsung kami koordinasikan bersama sesuai kewenangan,” tutupnya. (Adv)
















Discussion about this post