TARAKAN – Sekolah Rakyat Rintisan Tarakan telah menjaring 170 dari kuota 270 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA pada tahun ajaran baru.
Calon murid baru ini direkrut melalui skema penjangkauan ke lapangan yang dilakukan tim dari Kementerian Sosial.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Bidang Kesiswaan, Susana Ines Ritan, menjelaskan bahwa sistem penerimaan ini melibatkan penuh pihak Kementrian Sosial melalui tim Program Keluarga Harapan (PKH).
Langkah ini diambil demi memastikan bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang tepat.
“Kami bukan membuka pendaftaran di mana siswa datang ke sekolah, melainkan sistem penjangkauan langsung oleh tim Dinas Sosial, seperti tim PKH. Mereka bergerak berbasis data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) untuk menjangkau anak-anak yang berada di kategori Desil-1 dan Desil-2 (kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah). Sekolah ini memang diperuntukkan khusus untuk mereka agar tepat sasaran,” ujar Susana Ines.
Dari target kuota yang ditetapkan sebanyak 270 siswa yang dibagi rata masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, jumlah yang terkumpul saat ini baru menyentuh angka 170 anak.
Mengingat masih ada kekurangan kuota sekitar 98 siswa, Susana menegaskan bahwa proses penjangkauan di lapangan akan terus dilakukan oleh tim Kemensos hingga menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Ketika ditanya mengenai kendala spesifik dan hasil penjangkauan di lapangan, Susana enggan berkomentar banyak.
“Untuk kendala teknis itu ranah tim penjangkauan. Kapasitas kami di sekolah adalah menerima data riil siswa yang lolos verifikasi dari mereka,” pungkas Susana. (Rajab)
170 Calon Siswa Sekolah Rakyat Rintisan Tarakan Telah Terjaring
TARAKAN - Sekolah Rakyat Rintisan Tarakan telah menjaring 170 dari kuota 270 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA pada...
Read moreDetails
















Discussion about this post