TARAKAN – Mengingat kondisi keandalan listrik dan jaringan internet di Tarakan yang dalam beberapa minggu terakhir sering terganggu, Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan telah menyiapkan langkah mitigasi demi menghindari kendala pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksanaan SPMB melalui sistem online menuntut keandalan listrik dan jaringan internet. Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha mengharapkan penyedia layanan itu dapat memberikan jaminan saat pelaksanaan SPMB mulai 29 Juni hingga 1 Juli.
“Pelaksanaan SPMB ini kan lewat online. Tentu kalau ada pemadaman listrik, sistem akan terganggu. Harapan kami kepada pihak PLN dan penyedia akses internet bisa memberikan jaminan jaringan selama proses berlangsung. Kami juga sudah berkoordinasi dengan mereka,” tuturnya.
Meski demikian, pihak sekolah di bawah naungan Disdik Tarakan tetap menyiapkan skenario cadangan berupa pelayanan manual jika sewaktu-waktu terjadi kendala teknis yang fatal.
Jumlah operator atau teknisi di setiap sekolah, khususnya sekolah besar, juga akan ditambah guna mempercepat proses verifikasi data fisik pendaftar.
Menanggapi fenomena tahunan di mana ada sekolah yang kelebihan kuota sementara sekolah lain kekurangan murid, Disdik Tarakan berkomitmen untuk melakukan redistribusi secara resmi pasca-SPMB selesai.
Langkah ini krusial demi menjaga Target Angka Partisipasi Sekolah di Tarakan tetap berada di angka 100%.
“Jika SPMB selesai dan ada sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, di situlah kami akan salurkan siswa-siswa yang belum tertampung. Kami tidak ingin ada anak usia sekolah (terutama usia 7 tahun ke atas) yang putus sekolah hanya karena masalah biaya transportasi akibat jarak sekolah yang jauh,” jelasnya. (jkr)













Discussion about this post