TARAKAN – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, berpamitan dengan awak media di Kaltara, Senin (10/5/2026). Mulai bulan ini, Hasiando akan bertugas di kantor pusat Bank Indonesia, Departemen Nasional.
“Saya mohon izin pamit dari teman-teman semua. Bulan ini paling lama saya harus sudah bergeser ke kantor pusat,” ujar Hasiando dalam pertemuan perpisahan dengan wartawan.
Dalam kesempatan itu, Hasiando menitipkan tiga pesan penting kepada insan pers Kaltara. Di antaranya soal literasi digital dan pola konsumsi informasi masyarakat. Ia mengakui, generasi saat ini lebih cepat menyerap informasi lewat video dibanding teks.
“Kalau dulu kita rajin membaca teks, termasuk saya. Karena tahunya teks saja. Tapi kalau kita lihat generasi yang lebih muda, mereka sudah senang melihat video, Instagram, TikTok. Grafiknya video, bukan teks,” kata Hasiando.
Menurutnya, perubahan itu harus diadaptasi oleh media maupun BI dalam menyampaikan program kerja.
“Ini menjadi kelebihan karena di setiap kesempatan bisa diakses. Kalau enggak ada kerjaannya, buka HP. Tapi kalau baca jurnal atau artikel panjang, mungkin belum dilakukan karena enggak sempat. Kalau lihat TikTok, itu cepat dilakukan,” ujar Hasiando.
Selain itu, Hasiando juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan sehari-hari, termasuk jurnalistik. Ia mencontohkan pelatihan dari Kompas tentang AI sangat relevan saat ini.
“Kita belajar bagaimana memanfaatkan AI. Penelitian dalam membantu pekerjaan kita sehari-hari ini sangat dibutuhkan dan mudah-mudahan juga bermanfaat. Ternyata dengan AI, hal-hal yang selama ini kita rasa berat banget itu bisa dipermudah,” ucap Hasiando.
Meski begitu, ia mengingatkan agar hasil dari AI tetap diverifikasi, tdak mengambil mentah-mentah dari AI.
Hasiando juga menitipkan agar keterampilan dan informasi yang dimiliki wartawan digunakan untuk mengomunikasikan program Bank Indonesia, khususnya di Kaltara, dengan bahasa yang konstruktif dan optimistis.
“Keterampilan yang diberikan ini untuk kemudian dikomunikasikan program-program Bank Indonesia di Kaltara. Saya rasa tahun ini dan tahun lalu sudah banyak inovasi dan kreativitas yang kita lakukan,” kata Hasiando.
Ia menegaskan, tujuan BI sederhana, memajukan wilayah dan ekonomi masyarakat Kaltara. Namun hal itu butuh energi kolektif, termasuk dari media.
“Bagaimana kita membangun optimisme dari hal-hal yang kita lakukan kepada masyarakat. Kalaupun ada yang kurang, bagaimana kita membuka kepada regulator atau pihak-pihak untuk memperbaiki, dengan bahasa yang lebih konstruksi, yang positif,” pesannya.
Di akhir sambutan, Hasiando meminta maaf jika selama interaksi ada kekurangan. “Bisa saja saya enggak tahu karena di dalam. Kalau ada kekurangan sekalipun, mudah-mudahan teman-teman semua lebih sukses, lebih sejahtera,” tutupnya.
Selama memimpin BI Kaltara, Hasiando aktif mendorong hilirisasi, penguatan UMKM, dan digitalisasi sistem pembayaran. Ia juga gencar mengampanyekan Cinta Bangga Paham Rupiah hingga ke wilayah perbatasan. (jkr)
Cabor Triathlon Optimistis Dipertandingkan di Porprov II Kaltara, Tawarkan 6 Nomor
TARAKAN – Cabang olahraga triathlon optimistis dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Malinau, September...
Read moreDetails



















Discussion about this post