TARAKAN – TARAKAN – Persoalan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Juata Kerikil menjadi salah satu perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan saat melakukan uji petik terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tarakan Rahun 2025.
Pasalnya kondisi sampah hampir penuh. Padahal TPAS Juata Kerikil baru dioperasikan akhir tahun lalu. Ini terjadi karena landfill yang dibangun belum begitu luas. Sehingga cepat dipadati sampah.
Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Tarakan saat Panitia Khusus (Pansus) LKPj melakukan kunjungan lapangan beberapa minggu lalu.
Dari temuan itu, DPRD Tarakan mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) dapat memperluas landfill agar menampung lebih banyak sampah dan sehingga tidak menumpuk.
“Kami berharap kedepannya dapat dibangun lagi landfillnya karena yang sekarang ini sudah tidak memadai karena menumpuk,” ujar Anggota DPRD Tarakan, Barokah.
“Yang kami khawatirkan kalau sudah menumpuk terjadi longsor dan pencemaran,” sambung Barokah yang juga Ketua Pansus LKPj, Rabu (22/4/2026).
Informasi yang ia peroleh, lahan yang digunakan untuk landfill saat ini tidak luas. Sementara masih ada lahan yang belum digunakan di lokasi itu.
Karena itu diharapkan Pemkot Tarakan dapat memperluas landfill agar bisa menampung lebih banyak sampah. (adv)


















Discussion about this post