TARAKAN – Progress pembangunan Sekolah Rakyat di Tarakan hingga 1 Juni 2026 telah mencapai 53 persen. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain, mengakui ada keterlambatan progres akibat sejumlah kendala di lapangan.
Sesuai target, sekolah ini diharapkan bisa digunakan Juli 2026 untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Arbain menjelaskan salah satu hambatan utama berasal dari kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltara yang mewajibkan pengusaha tambang harus berizin untuk menyuplai bahan bangunan.
“Memang agak ada hambatan beberapa kendala di lapangan yang dialami pada saat pembangunan itu sehingga mungkin ada keterlambatan dalam progress pembangunannya. Terutama kita tahu terkait kebijakan provinsi untuk pengusaha tambang itu hanya khusus yang berizin. Melihat itu juga jadi kendala beberapa pengusaha penyedia bahan bangunan di Tarakan,” ujar Arbain, Selasa (1/6/2026).
Meski progres lambat, Arbain memastikan fasilitas yang dibangun sesuai rencana dan bahkan lebih lengkap dari sekolah biasa. Konsepnya berasrama agar siswa fokus belajar.
“Fasilitas yang dibangun itu sesuai dengan rencana, memang lengkap ya. Fasilitas pendukung ruang pertemuan, ruang kesehatan dan fasilitas olahraga serta kelengkapan yang lain yang kayaknya memang ini lebih lengkap dari sekolah-sekolah biasanya karena memang ini berasrama sehingga anak-anak itu lebihnya malah di sekolah itu tidak kemana-mana,” beber Arbain.
Sekolah Rakyat Tarakan dibangun tahun ini dengan anggaran Kementerian Sosial. Tarakan menjadi kota pertama di Kaltara yang dibangun karena lahannya sudah siap sejak tahun lalu. Ke depan, program serupa tidak menutup kemungkinan dibangun juga di Nunukan dan daerah lain yang memiliki kesiapan lahan.
Pemkot Tarakan bersama Dinsos terus memantau progres agar bangunan bisa dikebut dan siap dipakai Juli 2026 sesuai target kementerian. (*)













Discussion about this post