TARAKAN – Kehadiran Sekolah Rakyat di Tarakan diharapkan menjadi solusi pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin kategori desil 1 dan 2.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain, mengatakan program ini memang dirancang agar seluruh warga yang layak bisa terakomodir.
“Upayanya memang supaya semua masyarakat Kota Tarakan yang masuk kategori tersebut bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Tapi di tahun ajaran 2025 kemarin, banyak calon siswa sudah lebih dulu mendaftar di sekolah umum,” ujar Arbain.
Adapun realisasinya sejak hadir tahun lalu, dari target 100 siswa yang terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP, hanya 60 siswa yang diterima. Padahal berdasarkan data DTSN, ada sekitar 11.000 warga Tarakan yang masuk dalam kategori layak masuk Sekolah Rakyat.
“Waktu pembukaan kemarin yang mendaftar cuma 65 calon siswa. Mudah-mudahan di tahun ajaran 2026/2027 semua yang layak bisa masuk,” katanya.
Arbain menegaskan, Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Yang kita harapkan, tidak ada lagi anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan, terutama dari keluarga kurang mampu,” harap Arbain.
Untuk tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat Tarakan akan menambah jenjang SMA. Targetnya, sekolah ini akan menampung 270 siswa, dengan rincian 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Masing-masing jenjang terdiri dari 3 kelas dengan kapasitas 30 siswa per kelas.
Saat ini, pihak sekolah juga tengah menunggu proses pembangunan gedung permanen yang ditargetkan selesai pada tahun ajaran 2026/2027.
Arbain berharap sosialisasi program ini bisa menjangkau lebih banyak keluarga yang berhak, sehingga target pemerataan pendidikan melalui Sekolah Rakyat dapat tercapai. (jkr)
Sekolah Rakyat jadi Upaya Pemerataan Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu di Tarakan
TARAKAN – Kehadiran Sekolah Rakyat di Tarakan diharapkan menjadi solusi pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin...
Read moreDetails

















Discussion about this post