TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes membuka Rapat Koordinasi Teknisi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2026 di Swiss-Belhotel Tarakan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan ini mengusung tema “Satu Visi, Satu Aksi”, bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam arahannya, wali kota menekankan pentingnya sinergitas berbagai pihak dalam penanganan dan pencegahan penyakit.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana mensinkronkan hal itu supaya ini bisa bersatu padu dalam rangka melakukan pencegahan penyakit, termasuk dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Tarakan,” ujar wali kota.
Wali kota menyampaikan ada empat faktor utama dalam penanganan kesehatan. Di antaranya faktor genetik atau bawaan dari lahir yang tidak bisa diberi tindakan lagi.
Faktor lainnya adalah lingkungan. Seperti polusi, pencemaran hingga banjir yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Seperti yang ditimbulkan dampak banjir adalah diare, leptospirosis dan lain-lain.
Persoalan ini tidak bisa hanya ditangani orang kesehatan saja. Harus melibatkan lintas instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR), termasuk masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Faktor lain adalah perilaku kesehatan. Faktor ini tergantung dari bagaimana edukasi yang diberikan. Namun tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan saja, pihak lain juga harus terlibat. Seperti camat, lurah hingga kader Posyandu hingga PKK untuk memobilisasi massa.
Terakhir adalah faktor pelayanan. Faktor ini, menurut wali kota, sebagian besar memang ada di kesehatan. Tetapi pelayanan juga terbagi-bagi. Seperti ada di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK, puskesmas, Rumkital Ilyas dan TNI dan Rumah Sakit Bhayangkara. Hal ini harus disinkronkan dan tidak bisa hanya di bawah kendali dinas kesehatan. (jkr)


















Discussion about this post