TARAKAN – Rangkaian perhelatan Festival Iraw Tengkayu XV, resmi dibuka pada Sabtu (4/7/2026). Ditandai dengan kemeriahan Pawai Budaya yang dilepas langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes.
Gelaran ini sekaligus menjadi pembuka dari sederet agenda budaya yang telah dinantikan oleh masyarakat luas.
Meskipun dilaksanakan di tengah komitmen efisiensi anggaran daerah, antusiasme masyarakat dan sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbukti mampu menjaga gaung kemeriahan festival yang telah masuk dalam kalender nasional ini.
Wakil Ketua Panitia Festival Iraw Tengkayu XV, M. Zainuddin mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang bagi kesuksesan acara.
“Di Tarakan kita sudah terbiasa dengan efisiensi. Kita manfaatkan apa yang ada dan kita maksimalkan. Masing-masing OPD saling mendukung. Anggaran itu nomor dua, yang terpenting adalah koordinasinya,” ujar Zainuddin saat diwawancarai disela Pawai Budaya.
Setelah sukses dibuka dengan Pawai Budaya, Festival Iraw Tengkayu akan dilanjutkan pada Minggu (5/7/2026) dengan rangkaian acara puncak yang padat dan menarik:
Bertempat di kawasan Wisata Pantai Ratu Intan, Kelurahan Pantai Amal, acara akan menampilkan kekayaan seni budaya yang memukau pagi hingga siang hari.
Proses akan diawali pembukaan dan sambutan dari perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kemudian disemarakkan tarian kolosal lokal yang dibawakan secara apik oleh 150 penari gabungan dari Sanggar Budaya Tradisional Paguntakan dan pelajar SLTA se-Kota Tarakan.
Usai tarian, prosesi penurunan perahu Padaw Tuju Dulung dilakukan, dilanjutkan dengan tradisi tari Jepin Pergaulan yang melibatkan para pejabat, undangan, dan seluruh masyarakat yang hadir untuk menari bersama dalam suasana kebersamaan.
Sebagai penutup rangkaian festival, masyarakat akan dihibur dengan penampilan musik dan lagu dari artis-artis lokal berbakat di Taman Berkampung.
Zainuddin yang juga Sekretaris Disbudporapar Tarakan menegaskan bahwa Festival Iraw Tengkayu terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu ajang budaya bergengsi di Indonesia.
Tahun ini menjadi tahun kelima berturut-turut festival ini lolos kurasi dan masuk dalam program Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata.
Menurut Zainuddin, ada tiga poin utama yang dinilai dalam proses kurasi ketat nasionalm Yaitu dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar, manajemen pengorganisasian kegiatan yang semakin profesional serta upaya berkelanjutan dalam pelestarian budaya lokal.
“Kalau masuk Karisma Event Nusantara itu kita mendapatkan bantuan, namun sifatnya bukan berupa uang tunai, melainkan dukungan (support) penuh dalam bentuk promosi skala nasional,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen penuh untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya. (jkr)
Bulungan Pertahankan Juara Umum MTQ X Provinsi Kaltara
MALINAU – Kabupaten Bulungan kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) X...
Read moreDetails

















Discussion about this post