TARAKAN – Proses penerimaan calon siswa baru Sekolah Rakyat Tarakan untuk tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai.
Berbeda dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah umum, untuk penerimaan murid Sekolah Rakyat ini petugas dari Kementerian Sosial sudah turun ke lapangan sejak Mei 2026 untuk melakukan penjangkauan dan verifikasi langsung ke warga.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Arbain menjelaskan data awal calon murid yang akan dijangkau sudah tersedia dari Kementerian Sosial berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Data itu menjadi acuan petugas saat turun ke lapangan.
Penjangkauan diprioritaskan kepada calon murid yang masuk kategori desil 1 atau miskin ekstrem dan desil 2 atau miskin. Keduanya merupakan sasaran utama program Sekolah Rakyat.
“Petugas sedang melakukan penjangkauan di lapangan. Namun kami belum dapat sampaikan datanya,” ujar Arbain, Selasa (1/6/2026).
Adapun kuota yang diberikan Kementerian Sosial untuk Tarakan sebanyak 270 siswa baru. Rinciannya 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Jika kuota 270 siswa di Tarakan belum terpenuhi, Kemensos memberi opsi pengambilan calon siswa dari daerah lain di Kalimantan Utara.
Langkah itu dilakukan agar kuota 270 siswa bisa terpenuhi penuh. Sebab menurut Arbain, jumlah itu cukup banyak dan pihaknya khawatir tidak tercapai jika hanya mengandalkan warga Tarakan.
Sementara itu, gedung permanen Sekolah Rakyat Tarakan sedang dibangun dengan konsep berasrama agar siswa fokus belajar.
Fasilitasnya juga lebih lengkap dibanding sekolah biasa, mulai dari ruang kelas, pertemuan, ruang kesehatan, hingga sarana olahraga.
Pemerintah menargetkan pembangunan fisik sekolah selesai Juli 2026 agar bisa langsung digunakan untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027. (*)
















Discussion about this post