TARAKAN – Tokoh masyarakat Tarakan Timur yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Asrin Saleh mengapresiasi sikap Komisi III DPRD Tarakan yang menindaklanjuti keluhan warga Pantai Amal terhadap jembatan di RT 07 yang rusak.
Komisi III DPRD Tarakan telah meninjau jembatan tersebut pada Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, persoalan itu sebenarnya sudah lama muncul. Namun dengan peninjauan komisi III ke lokasi tersebut dinilai awal dari terwujudnya harapan warga yang sangat mengharapkan perbaikan jembatan tersebut.
“Alhamdulillah mendapat respon yang baik dari kami sebagai anggota DPRD untuk datang melihat dan insya allah dari hasil pertemuan tadi kami dari komisi III meminta tetap melanjutkan perencanaan untuk pembangunan jembatan selanjutnya dan juga perencanaan untuk rekayasa jalan,” ujar Asrin Saleh, Jumat (17/4/2026).
Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan sebagai wakil dari Tarakan Timur, ia akan terus memperjuangkan aspirasi warga. Asrin mengaku sering menerima keluhan warga Pantai Amal terkait dampak dari kerusakan jembatan tersebut. Seperti adanya warga yang terjatuh saat melintas.
Karena itu persoalan ini menjadi perhatian serius DPRD Tarakan terutama komisi III agar bisa dilakukan perbaikan.
“Jembatan ini selalu dikeluhkan mereka, sudah beberapa korban yang jatuh sehingga ini menjadi atensi kami untuk mengawal sampai pekerjaan ini yang memang betul-betul menjadi permanen yang nyaman bisa dilewati oleh masyarakat yang khususnya warga Pantai Amal,” tegas Asrin.
Lebih lanjut Asrin mengungkapkan sebenarnya ada dua jembatan yang perlu mendapat perhatian. Selain di RT 07, juga di RT 06. Sebab kedua jembatan tersebut menjadi penghubung satu-satunya akses ke kota dan sebaliknya.
Namun, jembatan di RT 07 dinilai skala prioritas karena kondisinya mengkhawatirkan dan sudah beberapa korban yang jatuh.
Menurutnya, selama ini penanganan jembatan tersebut hanya dari swadaya masyarakat dan pengusaha sekitar. Apabila terjadi kerusakan warga urunan memperbaiki.
Dengan kemampuan seadanya otomatis jembatan tersebut juga tidak bisa bertahan lama karena tidak permanen. Sehingga terkadang kembali rusak.
Karena itu, ia mengharapkan peran pemerintah untuk memperbaiki jembatan tersebut agar bisa memperlancar aktivitas warga.
“Kami sebagai wakil rakyat meminta pemerintah untuk segera merencanakan untuk pembangunan jembatan ini yang lebih permanen lagi sehingga tidak setiap tahun setiap bulan dikerjakan oleh swadaya masyarakat,” harap Asrin.
Adapun persoalan izin dari TNI Angkatan Laut terkait penggunaan lahan, pihaknya akan mencoba membangun komunikasi dengan Kodaeral XIII selalu perwakilan TNI AL.
Ia berharap bisa mendapatkan izin sehingga jembatan bisa dibangun. Sebab nantinya tidak hanya dimanfaatkan warga, tapi juga pihak lain termasuk TNI AL. (adv)
Permainan Tradisional Perlu Terus Dilestarikan
TANJUNG SELOR - Permainan tradisional perlu terus dilestarikan. Selain bagian dari budaya juga melatih ketangkasan, kebersamaan dan sportifitas generasi muda....
Read moreDetails



















Discussion about this post