TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Tarakan melakukan uji petik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Juata Kerikil yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rabu (15/4).
Dalam tinjauan tersebut, Ketua Pansus LKPj, Barokah, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi landfill yang sudah sangat kritis.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, Barokah menyebutkan tumpukan sampah di TPA saat ini sudah menggunung dan melampaui target kapasitas yang seharusnya.
Ia mengatakan ketinggian tumpukan sampah saat ini diperkirakan telah mencapai hampir 10 meter. Sedangkan batas maksimal ketinggian yang diperbolehkan adalah 15 meter, sehingga ruang yang tersisa sangat terbatas.
Pansus mengkhawatirkan terjadinya musibah sampah longsor jika kondisi ini tidak segera ditangani secara serius.
Selain masalah kapasitas, Barokah juga menyoroti adanya laporan masyarakat terkait pencemaran lingkungan. “Masyarakat sekitar mengeluhkan bau menyengat yang terbawa angin kencang dari lokasi TPA,” ujar Politisi NasDem.
Salah satu hambatan utama yang ditemukan di lapangan, kata Barokah masalah ketersediaan dan kondisi alat berat di DLH.
Selain itu, proses pemilahan antara sampah basah dan kering belum berjalan maksimal di tingkat kelurahan, sehingga semua sampah masih bercampur saat masuk ke TPA.
Menanggapi situasi darurat ini, Pansus LKPj menekankan pentingnya percepatan pembangunan landfill baru melalui skema dana multi-year.
“Kami secara langsung melihat sangat prihatin. Kalau ini tidak segera dibangun untuk TPA baru lagi, untuk menutup lagi landfill itu kan setengah mati sebenarnya,” ujar Barokah.
Hasil temuan uji petik ini akan dirangkum Pansus untuk disampaikan langsung kepada Wali Kota Tarakan sebagai masukan strategis sebelum pelaksanaan sidang paripurna internal DPRD.(adv)


















Discussion about this post