TARAKAN – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan siap turut serta membantu penanganan berbagai bencana. Termasuk kebakaran dan kekeringan.
Hal itu ditegaskan Ketua PMI Tarakan, H. Hamid Amren, merespon perkiraan BMKG akan potensi kemarau di Indonesia yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang serta kering, dipicu fase netral ENSO dan berakhirnya La Nina.
Menurutnya, meski Tarakan tidak mengenal musim, namun yang patut diwaspadai ancaman cuaca yang berubah-ubah.
Hal ini terjadi beberapa minggu terakhir. Di mana sempat beberapa hari hujan, kemudian panas dalam hitungan hari yang menyebabkan kebakaran lahan di beberapa titik.
Relawan PMI Tarakan turut membantu dalam penanggulangan kebakaran lahan kemarin, sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
“Dalam menghadapi perubahan iklim khususnya cuaca yang sering berubah-ubah, kami siap melaksanakan tugas sesuai dengan arahan baik dari Palang Merah pusat maupun provinsi. Tentu relawan kita juga siap sedia diturunkan dalam kegiatan penanggulangan bencana seperti beberapa kali musibah kebakaran lahan dalam bulan ini, PMI selalu menuju langsung ke lapangan. Kami yang selalu berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Hamid Amren, Senin (30/3/2026).
Adapun penanganan yang bisa dilakukan relawan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Mereka telah dibekali keterampilan terkait pertolongan pertama.
Dengan demikian para relawan bisa memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang mengalami musibah maupun yang terdampak.
Pria yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Tarakan menilai Tarakan memang memiliki potensi bencana kebakaran lahan. Di antaranya disebabkan adanya kandungan barubara di dalamnya sehingga mudah membakar lahan apabila tidak hujan hingga dua minggu.
Hamid Amren menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Termasuk di daerah pemukiman. Diharapkan masyarakat dapat menghindari hal-hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran.
Misalnya selalu mengabencana kebakaran rumah. Misalnya selalu mengawasi kompor saat memasak. Atau mengawasi pengguaan listrik yang bercabang-cabang. (jkr)













Discussion about this post