TARAKAN – Ketua PURT DPD RI, H. Hasan Basri menghimbau umat muslim tidak memperdebatkan perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah yang menjadi penanda hari raya Idul Fitri.
PP Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Sementara Pemerintah Pusat baru akan menggelar rukyatul hilal sekaligus sidang isbat pada Kamis (19/3/2026) untuk menetapkan 1 Syawal.
Menurutnya, jika terjadi perbedaan nantinya, tidak perlu diperdebatkan. Justru menjadi rahmat bagi umat muslim untuk tetap menjaga persatuan.
“Perbedaan itu adalah rahmat, perbedaan itu adalah anugerah, apapun itu kita tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Hasan Basri kepada awak media, Rabu (18/3/2026).
“Jadi semua harus bijak dalam menyikapi perbedaan ini tidak perlu karena berbeda waktu berbeda tempat saling ikut sana sini mari kita tetap menjaga kerukuran Islamiyah di sesam umat Islam, tidak perlu dipanjang lebarkan,” sambung Hasan Basri saat menggelar buka bersama awak media di Cafe Kata Kita.
Hasan Basri juga menanggapi terkait perayaan Idul Fitri dan Nyepi Tahun Baru Saka yang waktunya berdekatan.
Senator asal Kaltara ini menilai perayaan dua hari besar keagamaan itu, tidak ada masalah.
“Kebetulan rekan-rekan saya juga ada di Bali yang melaksanakan ibadah Nyepi, malam mereka pada saat Ramadan ini teman-teman yang umat Hindu menjaga masjid-masjid yang ada untuk memudahkan umat muslim melaksanakan salat tarawih toleransinya di sini,” ungkap Hasan Basri.
Di momentum Idul Fitri ini, Hasan Basri mengucapkan selamat idul Fitri 1447 Hijriah dan memohon maaf apabila ada salah selama ini.
Termasuk kepada insan pers. Menurutnya, kebersamaan dengan media adalah instrumen paling baik dalam pencerahan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial.
Hasan Basri juga menyampaikan Selamat Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang merayakannya. (jkr)



















Discussion about this post