TARAKAN – Cabang olahraga layar absen dari daftar pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2026 Kalimantan Utara (Kaltara) di Malinau. Alasannya, cabang ini belum memenuhi syarat teknis untuk dipertandingkan.
Ketua Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltara, H. Widodo Dwi Santosa memaklumi. Ia sadar banyak kendala yang dihadapi.
Di antaranya, venue belum tidak ada. Kedua, struktur pengurus di tingkat kabupaten/kota belum terbentuk secara merata.
“Kita belum terbentuk, baru ada dua pengurus, jadi tidak memenuhi syarat untuk dipertandingkan,” kata Widodo, belum lama ini.
Kendala ketiga adalah keterbatasan peralatan. Saat ini Kaltara hanya memiliki satu unit perahu layar, sehingga tidak memungkinkan digelar kompetisi.
“Seandainya pun bisa, harus sewa yang sangat mahal untuk mobilisasi alatnya,” ujarnya.
Widodo mengaku menerima keputusan tersebut. Pihaknya tidak merasa kecewa karena memahami kondisi riil di lapangan.
Porlasi Kaltara kini mengalihkan perhatian pada persiapan menuju babak kualifikasi PON XXII/2028 NTB-NTT. Latihan atlet sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan mulai tahun depan.
“Kalau untuk persiapan ke babak kualifikasi PON kita sudah siap mulai sekarang. Kita berharap bisa memperbaiki prestasi yang ada di Aceh dan Sumut,” ujarnya.
Layar selama ini menjadi salah satu cabang andalan Kaltara di PON. Pada PON XX/2021 Papua, Kaltara meraih 1 perak. Tiga tahun kemudian di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, raihan meningkat menjadi 1 perak dan 2 perunggu.
Dengan modal tersebut, Porlasi menargetkan bisa meloloskan lebih banyak atlet ke PON 2028. (jkr)













Discussion about this post