TARAKAN – Meski direncanakan perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2026 Kalimantan Utara (Kaltara) pada September mendatang di Malinau, namun cabang olahraga masih diliputi keraguan.
Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara, Steve Singgih Wibowo. Keterbatasan anggaran dinilai menjadi kendala utama.
Menurutnya, kesiapan tuan rumah Malinau memang tidak perlu diragukan, termasuk anggaran. Yang ia sanksikan adalah dukungan dari Pemprov Kaltara.
“Ya memang porprov ini kan masih dilema ya. Pertama masalah anggaran. Anggaran kita ini yang ada di KONI (Kaltara) kecil sekali,” ujar Steve Singgih kepada awak media.
“Anggaran perubahan itu bisa diperjuangkan atau tidak? Kalau Malinau kan sudah siap, anggaran sudah, siap,” sambung Steve Singgih.
Selain itu, ia juga menilai ketidakjelasan informasi dari KONI Kaltara turut menambah kebingungan pengurus cabang olahraga. Karena belum ada pemberitahuan resmi ke seluruh cabor mengenai kepastian pelaksanaan dan kondisi porprov.
“Kita enggak tahu, KONI ini sebetulnya siap apa belum? Kita juga enggak ngerti. Karena kita belum pernah di semua cabor diberitahukan dalam kondisi seperti apa porprov ini. Jadi apa tidak?” katanya.
Ia mengakui, kondisi APBD Kaltara yang mengalami pengurangan membuat ruang gerak pembinaan olahraga semakin sempit. Meski demikian, Steve menilai olahraga tetap diprioritaskan karena merupakan urusan wajib yang diatur dalam Undang-Undang.
“Kan kita tahu sendiri APBD kita memang terjadi pengurangan. Nah pengurangan itu kan sebetulnya ada yang harusnya diprioritaskan. Olahraga ini kan di bawah Undang-Undang, wajib sebetulnya, harusnya prioritas juga lah,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dispora Kaltara memberi perhatian lebih agar porprov agar dapat terlaksana sesuai harapan. (jkr)
Menuju Porprov II Kaltara, Tarakan Butuh Perhatian Pemetintah Daerah
TARAKAN - Menjelang semakin dekatnya perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II/2026 Kalimantan Utara (Kaltara), Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalimantan...
Read moreDetails

















Discussion about this post