TARAKAN – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalimantan Utara (Kaltara) terus tancap gas dalam meningkatkan standar profesionalisme pengelola air bersih.
Menggandeng pakar akademisi, Perpamsi Kaltara menggelar In-House Training intensif yang memfokuskan pada dua instrumen vital perusahaan: Manajemen Risiko dan Standar Akuntansi Keuangan terbaru.
Agenda yang bertajuk “Penguatan Kompetensi SDM dalam Pengolahan dan Pelayanan Air Minum Profesional dan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh delegasi Perusahaan Jasa Air Minum (PJAM) dari lima wilayah, yakni Tarakan, Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Tri Ratnawati, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Surabaya, menekankan bahwa di era digital, manajemen risiko bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban bagi keberlanjutan (sustainability) perusahaan daerah.
“Setiap perusahaan harus mampu mengidentifikasi risiko, baik internal maupun eksternal. Kami mendorong penggunaan teknologi informasi seperti early warning system dengan indikator warna untuk mendeteksi potensi masalah operasional sejak dini,” jelas Prof. Tri dalam pemaparannya (4/5/2026).

Menurutnya, pengelompokan risiko ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah akan memudahkan jajaran direksi PDAM dalam mengambil tindakan mitigasi yang tepat sebelum berdampak pada masyarakat.
Selain aspek teknis dan risiko, pelatihan ini menyoroti perubahan signifikan dalam tata kelola keuangan, yakni transisi dari SAK ETAP menuju SAK Entitas Privat (SAK EP). Langkah ini diambil agar seluruh PDAM di Kaltara memiliki laporan keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi terkini.
“Akuntan publik maupun auditor internal harus jeli melihat risiko bisnis. Hal ini krusial karena akan memengaruhi opini audit dan rekomendasi strategis bagi perusahaan,” tambah sang profesor.
Ketua Perpamsi Kaltara, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ini adalah investasi jangka panjang. Dengan SDM yang paham cara meminimalisir risiko operasional dan mahir dalam manajemen keuangan, kualitas distribusi air bersih di Kalimantan Utara diharapkan semakin stabil dan minim gangguan.
Melalui sinergi lintas kabupaten/kota ini, Perpamsi Kaltara optimis dapat menghadirkan pelayanan air minum yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu bertahan menghadapi tantangan iklim dan ekonomi di masa depan. (jkr)


















Discussion about this post