TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto menunjukkan komitmennya untuk mendorong percepatan solusi konektivitas transportasi laut Tarakan menuju Pulau Jawa.
Hal itu dibuktikan melalui reses yang digelarnya di Cafe Malabar, Tarakan, Senin malam (18/5/2026) yang membahas persoalan tersebut dengan menghadirkan pihak dari PT Pelni cabang Tarakan dan KSOP Tarakan.
Ini dilakukannya setelah menerima banyak keluhan masyarakat. Keluhan paling banyak datang dari pelaku UMKM dan pekerja pabrik plywood yang masuk kategori ekonomi menengah ke bawah agar dapat dibuka lagi jalur pelayaran Tarakan menuju Surabaya sebagai alternatif di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit.
“Berdasarkan hasil reses saya yang lalu-lalu, banyak sekali keluhan masyarakat, terutama masyarakat yang bergerak di bidang UMKM, pekerja pabrik plywood di Intraca maupun di IDEC. Mereka mengeluhkan transportasi laut yang tidak terkoneksi antara Tarakan dan Pulau Jawa,” ujar Supa’ad Hadianto kepada awak media.
Dari diskusi tersebut, Supa’ad menyimpulkan keresahan utama masyarakat adalah minimnya konektivitas.
Ia menilai ada tiga poin solusi yang bisa dilakukan. Di antaranya perlu ada rapat koordinasi antara pimpinan daerah kabupaten dan kota dengan provinsi.
Hasil reses ini akan ia sampaikan ke Komisi III DPRD Kaltara yang membawahi bidang transportasi agar bisa ditindaklanjuti.
“Konektivitas Kalimantan, Sulawesi, Jawa itu bagian dari pada NKRI yang harus memperoleh pelayanan setara. Karena ini bidang perhubungan di Komisi III, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi tingkat provinsi,” kata Supa’ad.
Selain itu, ia menilai, Gubernur Kaltara juga sudah berupaya menggandeng pengusaha transportasi laut untuk masuk melayani rute Tarakan-Surabaya bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia berharap pertemuan dengan investor bisa segera terlaksana.
Ketiga, untuk solusi jangka pendek, ia meminta Pelni lebih masif menyosialisasikan jaringan interkoneksi yang sudah ada.
Menurutnya, jalur interkoneksi saat ini adalah Tarakan-Nunukan-Balikpapan, lalu dari Balikpapan lanjut ke Surabaya menggunakan kapal penumpang yang dikelola swasta.
“Ini yang selama ini belum diketahui masyarakat. Kapal dari Tarakan ke Nunukan, ke Balikpapan, di sana sudah ditunggu kapal yang menuju Surabaya. Saya harap Pelni Cabang Tarakan lebih banyak bersosialisasi,” harap Supa’ad.
Ia menyebut rendahnya okupansi menjadi alasan Pelni belum membuka rute langsung Tarakan-Surabaya. Kapasitas kapal mencapai 2.000 penumpang, namun yang menuju Jawa hanya sekitar 300 orang.
“Tentu ini jadi perhitungan Pelni. Tapi kalau dari sisi pelayanan, ini kan ada tol laut yang diperlukan negara. Ujung-ujungnya kembali ke pemerintah pusat untuk mengambil kebijakan transportasi laut di Kaltara,” katanya.
Untuk jangka menengah dan panjang, ia berharap keterlibatan swasta bisa menjadi alternatif. Meski harga tiket swasta biasanya lebih tinggi, selisih Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, masih dianggap wajar oleh masyarakat.
Ia berjanji akan terus mengundang Pelni untuk sosialisasi langsung ke konstituen, mengingat anggaran sosialisasi Pelni terbatas. (jkr)
Plt Wali Kota Tarakan Pimpin Penyerahan Piagam Purna Bakti 2026, Ajak ASN Tetap Produktif Pascapensiun
TARAKAN – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is memimpin penyerahan piagam penghargaan bagi anggota KORPRI yang memasuki...
Read moreDetails


















Discussion about this post