TANJUNG SELOR – Dalam upaya pemberantasan tindak pidana dan penegakan hukum di Wilayah Kabupaten Bulungan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) melancarkan aksi besar-besaran melalui Operasi Pekat Kayan 2025.
Sasaran operasi yang digelar dari 10 Februari hingga 1 Maret 2025 ini mencakup hotel, penginapan, tempat prostitusi serta Tempat Hiburan Malam (THM) yang tersebar di beberapa lokasi.
Dalam press rilis Senin (3/3/2025) yang dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Yudhistira Midyahwan S.I.K., S.H., M.Si dan didampingi Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat S.I.K., M.Si serta AKBP Hendra S.I.K yang mewakili Karoops Polda Kaltara di selasar Gedung Rupatama Kayan Polda Kaltara operasi ini berhasil mengamankan ratusan botol mira dari berbagai merk dan golongan.
Total sejumlah 907 botol dan 51 kaleng minuman beralkohol berhasil disita. Jenisnya seperti Anggur Merah Cap Orang Tua hingga Bir Bintang. Selain penertiban miras ilegal, ada juga tindakan hukum yang diberikan kepada pelaku penjualan miras tanpa izin yang dilakukan oleh seseorang berinisial (S) di Tanjung Selor, yang telah diproses tipiring.
“Dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, kami meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas yang mengganggu keamanan. Sinergi antara kepolisian dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam upaya ini. Operasi ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Yudhistira Midyahwan.
Razia yang dilakukan di beberapa hotel dan panti pijat juga mendapati sejumlah pasangan bukan suami istri dan individu yang menyediakan layanan seksual. Sebagai langkah preventif, polisi menerapkan pembinaan melalui pembuatan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.
Sementara itu, penggerebekan THM di Tarakan menghasilkan temuan senjata tajam pada seorang laki-laki dewasa berinisial K yang kemudian dikenakan Pasal 2 Ayat (1) Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman yang berat.
Satu lagi operasi menonjol adalah pemberantasan judi togel dengan penangkapan terhadap pelaku berinisial (Y) yang ancaman hukumannya adalah 10 tahun penjara sesuai Pasal 303 Ayat (1) ke 1 KUHP.
Dari hasil Operasi Pekat Kayan Tahun 2025, tercatat tiga laporan polisi mencakup judi togel, undang-undang darurat sajam dan tindak pidana ringan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari strategi Polda Kaltara dalam menegakkan Perda Kabupaten Bulungan Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta menghadapi prostitusi dan lain-lain faktor pekat.
Operasi Pekat Kayan 2025 telah menunjukkan komitmen Polda Kaltara dalam mencegah dan memberantas beragam tindak pidana, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan aman bagi seluruh masyarakat. (*)
Discussion about this post