TARAKAN – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Tarakan mengakui anggaran masih menjadi kendala utama dalam pembinaan.
Hal itu diakui Ketua Perpani Tarakan, dr. Rozi Djoko Arfiono, M.M. Karena itu, solusinya, pihaknya akan menghimpun iuran dari masing-masing klub secara transparan.
Ada pun mekanismenya, menurut Rozi, Perpani menarik iuran dari masing-masing klub yang dikumpulkan dari masing-masing anggotanya setiap bulan. Besarannya berbeda-beda, disesuaikan jumlah anggotanya.
“Iuran yang kita ambil dari masing-masing klub besarnya berbeda-beda, tergantung jumlah anggota. Kalau satu klub punya 10 atlet, satu orang 10 ribu per bulan, jadi 100 ribu per klub. Itu tidak membebani,” ujar Rozi kepada awak media.
Menurut Rozi, kebijakan ini juga sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Perpani yang membolehkan salah satu sumber anggaran persatuan dari iuran anggota dalam hal ini klub.
Dari iuran ini nantinya akan digunakan untuk membiayai kegiatan pembinaan. Baik menggelar kejuaraan maupun mengikuti pertandingan di luar daerah. Dengan demikian akan dikembalikan juga kepada atlet.
Menurut Rozi, pihaknya bisa memaklumi kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini yang dituntut efisiensi ini sehingga tidak bisa terlalu banyak berharap dari pemerintah.
Karena itu, dengan skema ini diharapkan bisa menjaga kegiatan pembinaan tetap berjalan meski bantuan pemerintah terbatas.
Meski demikian Perpani tetap berharap dukungan dari Pemkot Tarakan, KONI, dan Dispora agar pembinaan tetap berjalan secara continue.
Apalagi panahan merupakan cabang olahraga berprestasi dengan sukes meloloskan atletnya dalam dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir. (jkr)
Pengurus Perpani Tarakan Periode 2026-2030 Terbentuk, Libatkan Perwakilan Klub
TARAKAN - Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Tarakan telah membentuk susunan pengurus baru untuk periode 2026-2030.Pengurus yang terbentuk terdiri dari...
Read moreDetails
















Discussion about this post