TARAKAN – Pelabuhan Kayan II di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, telah resmi menggunakan QRIS sebagai alat alternatif pembayaran.
Ditandai dengan soft launching peluncuran SIAP QRIS yang berlangsung dermaga Pelabuhan Kayan II, oleh Bupati Bulungan, Syarwani, Jumat (17/4/2026).
SIAP QRIS merupakan program digitalisasi Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Kalimantan Utara berkolaborasi dengan seluruh Dinas Perhubungan
tingkat provinsi, kabupaten/kota sebagai upaya mentransformasi ekosistem transaksi
di kawasan pelabuhan menjadi lebih efisien, transparan, dan inklusif melalui
pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QRIS.
“Kalau kita coba kilas balik kembali, inisiasi Pelabuhan SIAP QRIS telah dimulai sejak peluncuran program DIGI-PORT bersama Dinas Perhubungan Provinsi pada
September 2025, melalui penyediaan QRIS oleh BPD Kaltimtara sebagai kanal
pembayaran retribusi kepelabuhanan guna meningkatkan efisiensi dan
transparansi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hadiando Ginsar Manik.
Ia melanjutkan, Inisiatif Pelabuhan SIAP QRIS diperkuat dalam High Level Meeting TP2DD Provinsi Kalimantan Utara. Di mana seluruh pimpinan daerah se-Kalimantan Utara
menyepakati agar pelabuhan menyediakan alternatif pembayaran non-tunai, baik
untuk pembelian tiket penumpang maupun transaksi pendukung lainnya di
kawasan pelabuhan.
Pada Desember 2025, telah dilaksanakan soft launching Pelabuhan Tengkayu I
SIAP QRIS sebagai piloting awal implementasi implementasi digitalisasi
pembayaran di Kalimantan Utara.
“Pada hari ini, kita melanjutkan langkah digitalisasi tersebut melalui
Soft Launching Pelabuhan Kayan II SIAP QRIS sebagai wujud komitmen
bersama dalam memperluas dan memastikan sustainabilitas implementasi transaksi
non-tunai di pelabuhan kita tercinta,” tutur Hasiando.
Program Pelabuhan Kayan II SIAP QRIS melibatkan tiga agen tiket dan seluruh owner speedboat (total 13 owner) sebagai pelaku
utama dalam ekosistem transaksi, serta didukung oleh perbankan yang telah berhasil
melakukan akuisisi merchant yaitu Bank Mandiri, BRI, BSI, dan BPD.
Ke depan,
program ini ditargetkan dapat diperluas ke 5 (lima) pelabuhan SIAP QRIS di seluruh
wilayah Kaltara sebagai bagian dari upaya akselerasi digitalisasi sistem
pembayaran Kaltara.
Upaya ini akan terus diperluas. Direncanakan pada bulan Mei 2026 akan
dilaksanakan soft launching implementasi QRIS di pelabuhan Kabupaten Malinau,
Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan.
Selanjutnya, sebagai puncak dari
rangkaian ini, akan dilaksanakan Grand Launching Pelabuhan SIAP QRIS seKalimantan Utara pada bulan Juni 2026.
Bank Indonesia sebagai otoritas Sistem Pembayaran terus mendorong penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional yang mudah, cepat, aman, dan andal.
Dengan hadirnya QRIS di Pelabuhan Kayan II, diharapkan masyarakat dapat
melakukan pembayaran tiket speedboat dan retribusi daerah secara non-tunai,
sehingga memberikan kenyamanan dan kecepatan sekaligus mendukung terciptanya ekosistem keuangan digital di Kaltara.
Hasiando mengapresiasi kolaborasi yang erat antara Pemerintah Kabupaten Bulungan, Dinas Perhubungan, bersama seluruh pihak terkait dalam mewujudkan inisiatif ini. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan transformasi digital dan
peningkatan layanan publik.
(jkr)



















Discussion about this post