TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terkena dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Kebijakan ini akan berdampak juga pada dana hibah yang diperoleh Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan.
Hal itu diakui Ketua PMI Tarakan, H. Hamid Amren, S.E. Ia menilai, anggaran seperti darah dalam tubuh yang memberikan energi untuk bisa melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan.
“Kalau efisiensi, ketergantungan kita kan hibah dalam rangka mendorong kegiatan-kegiatan di markas dan juga kegiatan pembinaan PMR, pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik. Tentu dana atau anggaran itu adalah energi atau semacam darah dalam organisasi,” ujar Hamid Amren, Sabtu (7/2/2026).
Untuk menyiasati hal itu, mantan Sekretaris Daerah Tarakan ini mendorong kreativitas dari pengurus PMI Tarakan agar program bisa berjalan sesuai harapan.
“Karena itulah kita harus kreatif bagaimana program bisa berjalan dengan baik,” tutur Hamid Amren.
Ia mencotohkan dengan melakukan penggalangan dana dari berbagai pihak. Seperti tahun lalu untuk membantu korban banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dari aksi kemanusiaan itu berhasil terkumpul lebih dari Rp270 juta baik melalui PMI Tarakan maupun dari organisasi yang menitipkan kepada PMI Tarakan. Bantuan itu pun telah diteruskan kepada korban banjir melalui PMI Kaltara.
Hamid Amren berharap kepedulian pelaku usaha ataupun orang yang memiliki kelebihan harta untuk memberikan perhatian kepada kemanusiaan dengan menitipkan sumbangannya kepada PMI Tarakan. (jkr)
Efesiensi Anggaran, Dorong Kreativitas Pengurus PMI Tarakan Laksanakan Misi Kemanusiaan
TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terkena dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Kebijakan ini akan berdampak juga...
Read moreDetails


















Discussion about this post