TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) menyarankan agar tempat fitness atau gym turut menjadi sasaran pengawasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS.
Saran itu disampaikan saat melakukan audiensi di Kantor Dinkes Tarakan pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengkonfirmasi informasi yang diperoleh DPRD Kaltara kalau Tarakan menjadi daerah terbanyak penyebaran kasus HIV/AIDS.
Kondisi ini diparah lagi dengan mencuatnya isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di sekolah sehingga meresahkan masyarakat. Karena itu hal ini menjadi perhatian serius DPRD Kaltara.
Munculnya usulan itu setelah Dinkes Tarakan memaparkan kondisi penyebaran HIV AIDS selama ini. Di mana beberapa tempat menjadi sasaran pegawasan populasi berisiko. Diantaranya karaoke, diskotik, panti pijat, cafe dan salon. Tempat-tempat ini rutin dilakukan pengawasan setiap tiga bulan sekali.
Anggota DPRD Kaltara kemudian mengusulkan agar ditambahkan juga tempat fitness sebagai hotspot pengawasan.
“Coba ditambahkan juga tempat fitnes,” ujar Anggota DPRD Kaltara, Dino Adrian.
Usulan ini mendapat respon positif anggota DPRD Kaltara lainnya, Supa’ad Hadianto .
“Bisa saja itu (tempat fitnes) jadi pintu masuk. Jadi saya setuju dengan adinda Dino,” tutur Supa’ad Hadianto.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsudin Arfah juga turut mendukung usulan tersebut.
“Bahwa di gym itu bisa juga muncul. Jadi jangan lihat orang yang badannya bagus itu pejantan tangguh, malah di situ muncul hal-hal yang lain dan itu kalau satu tersebar akan tersebar ke yang lain,” tutur Syamsuddin Arfah.
Kepada awak media usai pertemuan, Syamsuddin Arfah menjelaskan nantinya pihaknya akan menggelar pertemuan lanjutan dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan ini.
“Kita baru bicara dulu di Dinkes, nanti minggu depan kita akan lanjut dengan stakeholder terkait. Jadi tidak hanya Dinas Kesehatan tapi kita juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan MUI dan yang lain,” ujar Syamsuddin Arfah.
“Kalau ini tidak dilakukan langkah-langkah yang sifatnya preventif nanti akan menyebar menjadi luas dan kami dari DPRD tentu perspektifnya tidak hanya lokal Tarakan saja tapi seluruh Kaltara,” pungkas Syamsuddin Arfah. (jkr)













Discussion about this post